ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bersama Petani dan Nelayan di Rajeg, Peta Nusa Dideklarasikan

Jumat, 7 Juli 2017 | 08:01 WIB
P
B
Penulis: PR | Editor: B1
Pemotongan nasi tumpeng usai deklarasi Perkumpulan Petani dan Nelayan Nusantara (Peta Nusa).
Pemotongan nasi tumpeng usai deklarasi Perkumpulan Petani dan Nelayan Nusantara (Peta Nusa). (Istimewa)

Tangerang - Perkumpulan Petani dan Nelayan Nusantara (Peta Nusa) akhirnya dideklarasikan di Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (6/7). Deklarasi dilakukan beberapa pendiri Peta Nusa dan sekitar 150 petani, nelayan beserta jajaran pimpinan desa bersama tokoh masyarakat setempat.

Menurut Bejo Rudiantoro dan Uun Widhi Untoro, yang mewakili para pendirinya, Peta Nusa hadir untuk memajukan petani dan nelayan di Indonesia agar semakin mandiri, makmur, dan sejahtera. Tekad tersebut direspons positip oleh para petani dan nelayan dari desa yang masih dikategorikan tertinggal tersebut. Padahal, jarak desa tersebut tidak jauh dari Jakarta atau hanya beberapa kilometer dari Bandara Soekarno-Hatta.

Bejo dan Uun menegaskan bahwa pemilihan lokasi dan deklarasi yang dilakukan bersama petani serta nelayan itu untuk menunjukkan bahwa Peta Nusa lahir dari keprihatinan petani dan nelayan itu sendiri. "Tidak banyak organisasi atau perkumpulan yang benar-benar lahir dan besar dari petani dan nelayan. Kami memfasilitasi dan mendorong semangat serta keinginan dari petani dan nelayan itu sendiri," ujar Bejo yang juga jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Salah satu Ketua Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Muhammad Husni menyambut positip deklarasi tersebut. Selama ini, berbagai organisasi atau perkumpulan yang mengatasnamakan petani atau nelayan cenderung lebih memprioritaskan pimpinannya.
"Semoga deklarasi bersama petani dan nelayan ini membuktikan bahwa Peta Nusa berbeda dengan yang lain, baik visi, misi, dan orientasinya," ujar Husni.

ADVERTISEMENT

Dalam deklarasinya, Peta Nusa akan konsisten mewujudkan petani yang mandiri serta memiliki jiwa kewirausahaan sosial, terampil, inovatif, dan profesional. Hal itu menjadi bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Apalagi, Indonesia sebagai negara agraris bisa mengoptimalkan potensi pertanian dan sumber daya alam yang ada untuk kesejahteraan bersama.

Menurut Uun, hal itu bisa terwujud jika berbagai potensi yang ada bisa disinergikan. Peta Nusa mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mendorong berbagai pihak untuk bersinergi dan bersama-sama memberdayakan para petani, nelayan, dan praktisi yang terkait dalam pangan.
"Dukungan dari berbagai pihak semakin memudahkan sinergi yang akan dilakukan Peta Nusa untuk petani dan nelayan Indonesia," ujar Uun yang juga mendampingi sejumlah petani di Jawa Barat dan Jawa Tengah ini.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Legislator Dorong Gudang Bulog Lebih Dekat dengan Petani

Legislator Dorong Gudang Bulog Lebih Dekat dengan Petani

EKONOMI
Pemerintah Komitmen Jaga Petani Tetap Untung dan Harga Terjangkau

Pemerintah Komitmen Jaga Petani Tetap Untung dan Harga Terjangkau

EKONOMI
Mentan Amran Sebut Program MBG Serap Hasil 165 Juta Petani

Mentan Amran Sebut Program MBG Serap Hasil 165 Juta Petani

NASIONAL
Mentan: 160 Juta Petani dan Peternak Suplai Kebutuhan Dapur MBG

Mentan: 160 Juta Petani dan Peternak Suplai Kebutuhan Dapur MBG

EKONOMI
NTP Februari Naik 1,5 Persen, Bukti Kesejahteraan Petani Meningkat

NTP Februari Naik 1,5 Persen, Bukti Kesejahteraan Petani Meningkat

EKONOMI
Kendalikan Alih Fungsi Lahan, Mentan Lindungi Sawah dan Petani Kecil

Kendalikan Alih Fungsi Lahan, Mentan Lindungi Sawah dan Petani Kecil

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon