Legislator Dorong Gudang Bulog Lebih Dekat dengan Petani
Rabu, 13 Mei 2026 | 05:48 WIB
Garut, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh mendorong pemerintah memperbanyak gudang Bulog dan membangunnya lebih dekat dengan sentra pertanian agar penyerapan gabah petani berjalan lebih optimal.
Menurut Husein, keberadaan gudang penyimpanan yang dekat dengan petani akan mempermudah proses distribusi dan penyerapan hasil panen padi, terutama saat musim panen raya berlangsung.
“Tentunya bagaimana gudang-gudang ini diperbanyak, dan itu memang sedang direncanakan ya,” kata Muhammad Husein Fadlulloh dikutip dari Antara, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra saat ini sedang melakukan peninjauan langsung ke sejumlah gudang Bulog di berbagai daerah untuk melihat kondisi di lapangan.
Menurut dia, gudang Bulog memiliki fungsi penting sebagai tempat penyerapan dan penyimpanan hasil pertanian, khususnya beras dan gabah petani sebelum disalurkan ke pasar maupun masyarakat.
“Perlu banyak gudang untuk mempermudah para petani,” ujarnya.
Husein mengatakan DPR terus mendorong pemerintah agar memperhatikan kebutuhan pembangunan gudang penyimpanan tambahan, terutama di wilayah yang menjadi sentra produksi padi.
“Tentunya kita terus mendorong ya, sepertinya kita tadi juga bicarakan mengenai adanya keperluan mengenai gudang-gudang untuk stok beras,” katanya.
Ia menambahkan Bulog saat ini mengutamakan penyerapan gabah petani lokal dengan harga sesuai ketetapan pemerintah sebesar Rp 6.500 per kilogram untuk gabah kering panen.
Menurut Husein, penyerapan gabah akan berjalan baik apabila seluruh pihak menjalankan aturan yang telah ditetapkan pemerintah tanpa mempersulit petani.
“Penyerapannya itu sebetulnya yang utama adalah bagaimana semuanya itu sesuai dengan aturan pemerintah, bukan dipersulit,” katanya.
Selain itu, Husein juga meminta pemerintah mengutamakan pembelian gabah petani dalam negeri dibandingkan melakukan impor beras, khususnya ketika petani sedang memasuki masa panen raya.
“Kita juga terus mendorong bagaimana pemerintah bisa membeli gabah-gabah dari petani, dan juga bagaimana pemerintah ini tidak melakukan impor di saat petani-petani ini sedang panen raya,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




