STP Tembus Pasar Amerika dan Eropa
Rabu, 26 Juli 2017 | 21:42 WIB
Jakarta - PT Suri Tani Pemuka (STP), perusahaan perikanan milik Japfa Group, sukses menembus pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa, seiring konsistensi perusahaan menerapkan prinsip perikanan berkelanjutan. STP menjaga kelestarian Danau Toba, lokasi budidaya ikan tilapia, melalui kegiatan budidaya ramah lingkungan.
"Salah satunya dengan mengembangkan eco feed, pakan apung yang memiliki kandungan fosfor rendah. Pemberian pakan ikan kami menggunakan feed broadcaster, sehingga pakan dapat terdistribusi secara merata, efisien, dan cepat dimakan ikan," ujar Direktur STP Jenny Budiati dalam keterangan resmi, Rabu (26/7).
Upaya tersebut, menurut Jenny, dilakukan STP agar ikan yang dihasilkan oleh STP dapat memenuhi praysarakat masuk pasar Amerika dan Eropa. Saat ini, SPT adalah salah satu produsen ikan tilapia yang dipercaya masuk pasar Amerika dan Eropa.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengapreasi kepedulian STP terhadap sekolah di sekitar lokasi usahanya. Salah satunya dengan menyerahkan bantuan untuk SDN 091436 Tambun Raya, Kecamatan Pematang Sidamanik, Simalungun.
"Mewakili Dinas Pendidikan Simalungun, kami berterimakasih kepada STP karena memperhatikan sarana pendidikan di sekolah dasar. Bantuan ini sangat dibutuhkan bagi sekolah karena selama ini tidak memiliki toilet," ujar Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pematang Sidamanik Aratua Purba.
Dia berharap, adanya toilet di sekolah membuat kesehatan anak-anak membaik dan tumbuh budaya hidup bersih dan sehat. Purba menekankan, toilet merupakan hal esensial yang harus dimiliki sekolah. Toilet menjadi faktor pendukung sehatnya lingkungan sekolah. Selain itu, dibangunnya toilet akan mengajarkan anak-anak untuk memiliki perilaku hidup bersih dan sehat.
Berdasarkan hasil temuan dalam buku Gerakan Penyelematan Danau (Germadan) Danau Toba terbitan Kementrian LHK 2015, limbah domestik merupakan kontributor polutan terbesar untuk parameter TSS dan BOD. Adapun untuk kategori COD, limbah domestik merupakan penyebab polutan terbesar kedua.
"Bantuan toilet ini kami serahkan sebagai langkah awal untuk SDN 091436 Tambun Raya. Nantinya, ada dua sekolah lain yang akan mendapatkan bantuan karena mereka belum memiliki fasilitas toilet. Bantuan untuk dua sekolah akan didukung oleh Japfa Foundation," ujar Jenny Budiati.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




