ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ipsos Luncurkan Hasil Studi Indonesia Flair

Rabu, 30 Mei 2018 | 23:17 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Managing Director Ipsos Indonesia, Soeprapto Tan, menyerahkan buku hasil studi Ipsos terbaru yang berjudul
Managing Director Ipsos Indonesia, Soeprapto Tan, menyerahkan buku hasil studi Ipsos terbaru yang berjudul "Indonesia Flair" kepada Prime Secretary Kedutaan Perancis untuk Indonesia, Quentin Biehler, di Restoran Bunga Rampai, Jakarta, Rabu (30/5). (Beritasatu Photo/Feriawan Hidayat)

Jakarta - Ipsos Indonesia meluncurkan hasil studi terbaru yang diberi nama Indonesia Flair. Studi ini menampilkan penelitian dan pengamatan dari perspektif dan spektrum yang luas untuk menggambarkan kondisi sebuah negara.

Managing Director Ipsos Indonesia, Soeprapto Tan, mengatakan, pihaknya telah merampungkan studi Ipsos Flair yang memfokuskan diri pada beragam hal tentang Indonesia.

"Indonesia Flair merupakan bagian dari studi Ipsos Flair yang baru pertama kali ini dilakukan oleh Ipsos di Indonesia. Indonesia Flair sendiri merupakan rangkuman dari pengetahuan dan hasil pengamatan kami di seputar aspek moneter, bisnis, pemasaran, pola penggunaan media massa, kebudayaan, hiburan, tayangan dimedia massa, pariwisata, telekomunikasi serta otomotif, dan ketenagakerjaan," ujar Soeprapto, di Jakarta, Rabu (30/5).

Soeprapto mengatakan, banyak temuan menarik dalam studi yang mengamati berbagai aspek di Indonesia ini. "Studi ini menggambarkan banyak hal yang serba paradoks atau berlawanan tengah terjadi di Indonesia, sehingga kami mengambil tema Dealing with The Opposites, untuk Indonesia Flair ini," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, salah satu hasil pengamatan pihaknya adalah Indonesia belum berada di posisi yang kuat, meskipun pembangunan infrastruktur terus berlangsung, dan pertumbuhan ekonomi secara positif juga berhasil dicatat. Saat ini, Indonesia berhasil mencatat 40 persen dari GDP di ASEAN, dengan angka kelas menengah yang diharapkan akan semakin bertambah pada tahun 2030.

"Menurut pengamatan kami, Indonesia terus bergerak maju. Demand akan apartemen lebih tinggi dibandingkan demand akan rumah bagi keluarga muda, yang merupakan pertama kalinya di Indonesia. Hal itu, seiring dengan meningkatnya gaya hidup kaum milenial," jelasnya.

Selain itu, kata Soeprapto, angka penjualan kendaraan di Indonesia juga terus meningkat, seperti hal di lima negara lainnya di Asia Tenggara, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Singapura.

"Kami berharap, dengan diluncurkannya hasil studi Indonesia Flair ini, dapat membantu memberikan perspektif baru tentang Indonesia dalam satu tahun terakhir, sekaligus memperlihatkan bagaimana kami memahami Indonesia, setelah beroperasi di negara ini selama satu dekade," tambahnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ipsos: 86 Persen Dompet Digital Digunakan untuk Belanja Online

Ipsos: 86 Persen Dompet Digital Digunakan untuk Belanja Online

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon