ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jack Ma Akan Buka Institut di Indonesia

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 18:32 WIB
N
B
Penulis: Nasori | Editor: B1
Executive Chairman Alibaba Group Holding Jack Ma berbicara di hadapan wartawan di sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10). Di dampingi oleh sejumlah menteri ia mengungkapkan rencananya untuk Jack Ma Institute of Entrepreneurs di Indonesia. Institut ini bertujuan untuk melatih 1.000 pengusaha digital per tahun dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.
Executive Chairman Alibaba Group Holding Jack Ma berbicara di hadapan wartawan di sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10). Di dampingi oleh sejumlah menteri ia mengungkapkan rencananya untuk Jack Ma Institute of Entrepreneurs di Indonesia. Institut ini bertujuan untuk melatih 1.000 pengusaha digital per tahun dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. (Investor Daily/Nasori)

Nusa Dua, Bali - Executive Chairman Alibaba Group Holding Jack Ma berencana untuk membuka sebuah institut yang bertujuan melatih ribuan entrepreneur (pengusaha) digital di Indonesia. Ma adalah penasihat pemerintah Indonesia di bidang e-commerce.

Namun, Ma belum secara pasti menyebutkan kapan Jack Ma Institute of Entrepreneurs akan diluncurkan. Yang jelas, kata dia, institut ini bertujuan untuk melatih 1.000 pengusaha digital per tahun dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

"Kami akan memberi banyak kesempatan bagi anak-anak muda Indonesia untuk belajar," kata Ma dalam jumpa pers di sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10). Ia didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Erlangga Hartarto, Menkominfo Rudiantara, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, dan Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani.

Orang terkaya nomor dua di Tiongkok ini mengatakan, penting bagi Indonesia untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia (SDM). "Karena, hanya ketika semakin berkembang, seseorang berpikir untuk berubah. Dana hanya ketika keterampilan meningkat, kita dapat memasuki periode digital," tandas dia.

ADVERTISEMENT

Ia melihat, Indonesia masih kekurangan ahli yang terlatih di sektor teknologi—termasuk digital—dan institutnya tersebut akan melatih ratusan tenaga ahli cloud computing untuk membantu menjadikan bisnis Indonesia lebih digital-savvy.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon