Kemenperin Tolak Kebijakan Cukai Kantong Plastik
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (0.51)   |   COMPOSITE 6290.8 (-0.7)   |   DBX 1362.34 (12.69)   |   I-GRADE 180.342 (-0.05)   |   IDX30 506.102 (-1.07)   |   IDX80 136.192 (-0.66)   |   IDXBUMN20 397.025 (-2.37)   |   IDXESGL 139.555 (0.01)   |   IDXG30 142.425 (-1.14)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-0.94)   |   IDXQ30 145.469 (-0.15)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-0.85)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-3.82)   |   IDXV30 134.488 (-1.16)   |   INFOBANK15 1048.13 (8.59)   |   Investor33 435.467 (0.23)   |   ISSI 181.572 (-1.36)   |   JII 618.362 (-4.83)   |   JII70 218.204 (-2)   |   KOMPAS100 1215.76 (-2.77)   |   LQ45 948.468 (-2.26)   |   MBX 1702.13 (-3.11)   |   MNC36 323.237 (0.32)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.39)   |   SMInfra18 308.555 (-3.88)   |   SRI-KEHATI 369.754 (1.17)   |  

Kemenperin Tolak Kebijakan Cukai Kantong Plastik

Senin, 10 Desember 2018 | 21:38 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / HK

Tangerang Selatan - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menolak rencana penerapan cukai kantong plastik pada 2019. Selain memberikan biaya tambahan kepada industri, kebijakan ini tidak bermanfaat.

Direktur Industri Kimia Hilir Ditjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenperin Taufik Bawazier mengatakan, kebijakan tersebut harus dipertimbangkan kembali. Sebab, prinsipnya, sebuah kebijakan harus menjadi stimulus untuk industri, bukan menyulitkan industri.

"Cukai plastik memberatkan masyarakat luas yang sebagian menopang hidupnya dari kantong atau produk plastik lainnya. Bayangkan para penjual kecil, seperti lontong sayur atau pecel dibebani dengan cukai plastik. Itu juga harus dipikirkan. Jangan sampai jadi beban,” kata Taufik di Tangerang Selatan, Banten, Senin (10/12).

Dia mengatakan, kementrian atau lembaga yang terkait dengan industri plastik harus menyamakan pandangan agar dapat seirama dalam membuat keputusan. Ini akan memberikan nilai tambah dan dampak positif terhadap ekonomi dan non-ekonomi.

Selain itu, kata Taufik, bila dibandingkan dengan tembakau atau alkohol, plastik tidak termasuk kategori yang perlu dikenakan cukai. Dia meragukan cukai plastik akan mampu mengurangi sampah plastik.

Untuk mengurangi sampah plastik, terang Taufik, masyarakat perlu mendapat edukasi yang kuat untuk memilah-milah sampah plastik di rumah tangga sebelum dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan tidak membuang sampah plastik sembarangan. Artinya, peran masyarakat sangat penting dalam mengurangi sampah plastik.

“Dalam pengelolaan sampah, industri daur ulang dan pemulung yang biasa memungut sampah plastik juga perlu dibina untuk bisa memilah-milah sampah plastik. Jangan sampai industri disalahkan,” kata Taufik.

Ke depan, dia menuturkan, pemerintah akan mendorong pendidikan kepada pihak-pihak yang terkait sampah plastik. Dia memastikan,Indonesia bukan penghasil sampah plastik terbesar. “Jadi, kita harus melihat plastik bukan sampah, tapi bahan baku. Itu poin besarnya sesungguhnya. Jadi, mindset kita harus melihat plastik sebagai bahan baku. Ini perlu edukasi ke semua lapisan masyarakat,” kata dia.

Taufik menerangkan plastik-plastik yang diklaim sebagai penyebab kontribusi sampah di laut bisa diambil dan dinilai tambahkan di industri daur ulang, sehingga bisa menciptakan daya saing industri yang kebih kuat.

Dia mengatakan, bahan baku plastik (scrap) menyumbang devisa mencapai US$ 40 juta pada 2017. “Jadi kalau dikatakan kita impor scrap US$ 50 juta, kita bisa ekspor US$ 90 juta. Saya kira teknologi yang perlu dikembangkan adalah pengolahan hasil sampah yang ada di lingkungan perlu ditingkatkan,” kata dia.

Ketua Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) Christine Halim mengatakan, penyebab utama sampah plastik di Indonesia adalah warga yang membuang sampah sembarangan, bukan plastiknya. Berdasarkan hasil studi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), 85% sampah di TPA adalah sampah organik, sedangkan sampah plastik hanya 12%.

Christine mengatakan, belum adanya sistem tata kelola daur ulang plastik menjadi salah penyebab permasalahan sampah plastik di Indonesia. Ia mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan, baik swasta maupun pemerintah untuk terus giat mengedukasi masyarakat terkait dampak positif dari sampah plastik.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Permasalahan Sampah Butuh Terobosan Industri Nasional

Kebutuhan plastik sebagai bahan baku industri mencapai 5,6 juta ton per tahun.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Penyelewengan Dana Desa Menurun

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyebutkan penyelewengan dana desa menurun

EKONOMI | 10 Desember 2018

Atria Andalkan Pasar Batu Bara Domestik

PT Atria Multi Energi menilai, pasar batu bara dalam negeri masih menjadi andalan untuk memacu penjualan.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Produk-produk Indonesia Mulai Masuk Timur Jauh Rusia

Nilai perdagangan antara Primorsky Krai dan Indonesia pada 2017 hanya sebesar US$ 21 juta dan perlu ditingkatkan lagi.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Sentimen Konsumen Mengenai Resesi Ekonomi Meningkat

Perlu ada usaha lebih keras dari pemerintah dan dunia usaha untuk meyakinkan konsumen bahwa ekonomi Indonesia aman, terlebih menjelang pemilu.

EKONOMI | 10 Desember 2018

McKinsey: Indonesia Sudah Berada di Jalur yang Benar Menuju Revolusi Industri 4.0

Langkah pemerintah Indonesia untuk mewujudkan industri 4.0 merupakan langkah yang positif.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Fase Pertama Hyde Residence Terjual 60%

Hyde Residence ditawarkan dengan harga perdana Rp 894 juta.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Dorong Pertumbuhan Mobil Listrik, Pertamina Akan Bangun SPLU di Jakarta

Stasiun yang khusus melayani pengisian energi untuk kendaraan listrik tersebut rencananya akan dibangun di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Apindo: Penguatan Konektivitas Mutlak Dilakukan

Penguatan konektivitas mutlak dilakukan untuk menstimulus pertumbuhan gerakan ekonomi baru di daerah.

EKONOMI | 10 Desember 2018

Imeditap, Cara Mudah Berobat Ke Rumah Sakit di 'Zaman Now'

Lippo general insurance meluncurkan fasilitas imeditap untuk memudahkan nasabahnya saat berobat ke rumah sakit,dengan cara scan QR code.

EKONOMI | 10 Desember 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS