ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inaplas Tolak Cukai Plastik

Rabu, 19 Desember 2018 | 15:10 WIB
RS
FB
Penulis: Ridho Syukro | Editor: FMB
Sejumlah ibu tengah memilah sampah botol plastik di unit pengolahan Bali PET, Denpasar, Bali, Minggu (28/10).
Sejumlah ibu tengah memilah sampah botol plastik di unit pengolahan Bali PET, Denpasar, Bali, Minggu (28/10). (Ist)

Jakarta - Para pelaku usaha plastik yang tergabung dalam Asosiasi Industri, Olefin, Aromatik, Plastik Indonesia (Inaplas) tetap menolak kebijakan cukai plastik.

Saat ini, pemerintah masih membahas tentang kebijaan cukai plastik, Jika pembahasan sudah clear, maka kemungkinan besar cukai plastik diterapkan tahun depan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Inaplas Fajar Budiono mengatakan isu cukai plastik cukup menganggu bisnis perusahaan plastik. Gara-gara isu ini, perusahaan Chandra Asri menahan ekspansinya. Lotte Chemical berencana ekspansi pada 2021, tetapi belum diketahui kelanjutan rencana tersebut terkait isu kenaikan cukai plastik.

Dia mengatakan cukai plastik menjadi musuh utama industri karena menurunkan daya saing dan tidak menguntungkan sama sekali.

ADVERTISEMENT

"Isu cukai plastik ini sudah lama namun muncul lagi karena katanya pemerintah siap memberlakukannya," ujar dia di Jakarta, Rabu (19/12).

Pemerintah memberlakukan cukai plastik untuk mengurangi sampah plastik dan berkaitan dengan isu lingkungan. Ia menilai untuk mengurangi sampah plastik tidak dengan kebijakan cukai, melainkan dengan perbaikan manajemen pengelolaan sampah. Jika pengelolaan sampah sudah teratur maka sampah plastik akan berkurang secara perlahan.

Ia menjelaskan cukai plastik ibarat obat sakit kepala ketika sedang flu, sakit kepalanya hilang tetapi flunya masih ada. Fajar menuturkan Inaplas tetap meminta pemerintah agar membatalkan cukai plastik dan membereskan pengelolaan sampah.

Fajar mengatakan untuk penjualan plastik tahun ini diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,2 persen. Angka pertumbuhan tersebut sudah cukup positif.

Permintaan plastik masih tetap tinggi karena dibutuhkan industri lain dan sebagai komplementer. Kebanyakan industri makanan dan minuman membutuhkan plastik sebagai kemasan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon