ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prabowo-Sandi Siapkan Program Asuransi Kegagalan Panen

Sabtu, 16 Februari 2019 | 12:02 WIB
CP
FB
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FMB
Petani memanen padi di persawahan yang terendam banjir di Desa Karangasem, Sayung, Demak, Jawa Tengah, 14 Februari 2018. Menurut data dari Kantor Kecamatan Sayung, sekitar 300 hektar areal persawahan terendam air dan terancam gagal panen akibat meluapnya Sungai Dombo yang tak mampu menampung debit air karena intensitas hujan tinggi selama dua hari terakhir.
Petani memanen padi di persawahan yang terendam banjir di Desa Karangasem, Sayung, Demak, Jawa Tengah, 14 Februari 2018. Menurut data dari Kantor Kecamatan Sayung, sekitar 300 hektar areal persawahan terendam air dan terancam gagal panen akibat meluapnya Sungai Dombo yang tak mampu menampung debit air karena intensitas hujan tinggi selama dua hari terakhir. (Antara/Aji Styawan)

Jakarta, Beritasatu.com – Pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyiapkan program asuransi kegagalan panen. Dengan begitu, petani tidak kesulitan jika terjadi kegagalan panen.

"Kita akan menyediakan asuransi kegagalan panen. Kita sedang cari skemanya. Ada yang semacam kita sebut no farmer, no food, no future atau kalau tidak ada petani, tidak ada makanan, tidak ada masa depan. Petani happy (bahagia) jadi prioritas kita," kata Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dian Islamiati Fatwa.

Hal itu diungkap Dian dalam Dialog Perspektif Indonesia "Jelang Debat Kedua" di Jakarta, Sabtu (16/2/2019). "Stabilitas harga menjadi persoalan penting. Kalau harga naik kan bagaimana menurunkan harga, tetapi kalau harga turun, bagaimana dengan nasib petani. Kita ingin mak-mak bahagia, petani bahagia," ungkap Dian.

Dian menyatakan, pihaknya juga akan menguatkan modernisasi pertanian. Caranya melalui pembangunan infrastruktur di tingkat desa. "Pertanian menjadi cangkul digital. Kalau hanya cangkul saja tanpa pahami persoalanan manajemen dan pemasaran akan kesulitan. Kita harus memperkuat masyarakat. Kita ingin memodernkan petani," tegas Dian.

ADVERTISEMENT

Dian pun angkat bicara terkait kemungkinan kebijakan impor diterapkan apabila Prabowo-Sandi memimpin. Menurut Dian, jika tidak begitu dibutuhkan, impor akan dihindari. "Kita akan kendalikan impor. Lebih realistis. Masalah sekarang ketika kebutuhan berlimpah, tetapi kok ada impor. Perlu big data untuk melihat kebutuhan per kota, per daerah," ujar Dian.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon