Bayar Utang Pemerintah, Cadangan Devisa Mei Turun US$ 4 M
Kamis, 13 Juni 2019 | 14:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2019 sebesar US$ 120,3 miliar atau turun US$ 4 miliar dibandingkan akhir April 2019 yang mencapai US$ 124,3 miliar. Penurunan terutama dipengaruhi kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko yang dikutip Beritasatu.com, Kamis (13/6/2019).
Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
BI menyebut, penurunan cadangan devisa pada Mei 2019 terutama dipengaruhi kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, berkurangnya penempatan valas perbankan di BI imbas kebutuhan likuiditas valas terkait siklus pembayaran dividen beberapa perusahaan asing dan menjelang libur Lebaran.
Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik.
Sebagai gambaran data cadangan devisa di 2019:
- Januari 2019 : US$ 120,10 miliar
- Februari 2019 :US$ 123,27 miliar
- Maret 2019 : US$ 124,54 miliar
- April 2019 : US$ 124,30 miliar
- Mei 2019 : US$ 120,30 miliar
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




