ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Kamis, 14 Mei 2026 | 06:24 WIB
AH
DM
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: DM
Deputi Gubernur BI, Ricky P Gozali menjelaskan, rasio 1 ppm berarti hanya terdapat satu lembar uang palsu di antara satu juta lembar uang rupiah yang beredar di masyarakat. Menurut dia, penurunan tersebut tidak lepas dari penguatan teknologi pengamanan pada uang rupiah yang membuatnya semakin mudah dikenali, tetapi sulit dipalsukan.
Deputi Gubernur BI, Ricky P Gozali menjelaskan, rasio 1 ppm berarti hanya terdapat satu lembar uang palsu di antara satu juta lembar uang rupiah yang beredar di masyarakat. Menurut dia, penurunan tersebut tidak lepas dari penguatan teknologi pengamanan pada uang rupiah yang membuatnya semakin mudah dikenali, tetapi sulit dipalsukan. (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan peredaran uang palsu di Indonesia terus mengalami penurunan signifikan. Bahkan, rasio uang palsu kini mendekati 1 piece per million (ppm), turun drastis dari sebelumnya sekitar 5 ppm.

Deputi Gubernur BI, Ricky P Gozali menjelaskan, rasio 1 ppm berarti hanya terdapat satu lembar uang palsu di antara 1 juta lembar uang rupiah yang beredar di masyarakat. Menurut dia, penurunan tersebut tidak lepas dari penguatan teknologi pengamanan pada uang rupiah yang membuatnya semakin mudah dikenali, tetapi sulit dipalsukan.

“Itu luar biasa. Ini tidak lepas dari sinergi yang erat dan penguatan dari sisi teknologi sehingga mudah dikenali dan sulit dipalsukan,” ujar Ricky di kantor BI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

BI terus meningkatkan kualitas uang rupiah dari berbagai aspek, mulai dari bahan dasar uang, teknologi cetak, hingga penambahan unsur pengamanan modern. Langkah tersebut bertujuan mempermudah masyarakat mengenali keaslian uang sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku pemalsuan.

Tak hanya diakui di dalam negeri, kualitas rupiah juga mendapat pengakuan internasional. Uang pecahan Rp 50.000 tahun emisi 2022 bahkan meraih penghargaan sebagai seri uang terbaik dalam ajang IACA Currency Award 2023.

Selain itu, pada November 2024, uang pecahan Rp 50.000 emisi 2022 menempati posisi kedua dunia sebagai uang paling aman dan sulit dipalsukan. Pecahan tersebut diketahui memiliki 17 unsur pengamanan canggih. “Alhamdulillah peningkatan kualitas dari uang rupiah ini dilakukan dan diakui oleh dunia,” kata Ricky.

Berdasarkan hasil penelitian BI, kualitas uang palsu yang saat ini beredar tergolong rendah sehingga masyarakat dinilai lebih mudah mengenalinya melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Pada sisi lain, BI menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam pemberantasan uang palsu. Terkait hal itu, bank sentral terus menggencarkan kampanye cinta, paham, dan bangga rupiah kepada masyarakat.

BI juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi uang rupiah melalui prinsip “5 jangan”, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas, dan jangan dibasahi. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa merawat uang rupiah dengan baik agar tetap mudah dikenali keasliannya,” pungkas Ricky.

Dalam kesempatan tersebut, Ricky turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pemberantasan uang palsu, termasuk Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal), BIN, Kementerian Keuangan, Kejaksaan Agung, Polri, Mahkamah Agung, dan pengadilan negeri atas sinergi yang terus terjalin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

MULTIMEDIA
Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

NASIONAL
BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

EKONOMI
BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

EKONOMI
BI: Dampak Indirect Perang Iran Untungkan Indonesia

BI: Dampak Indirect Perang Iran Untungkan Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon