Covid-19 Ubah Cara Berbisnis
Rabu, 29 April 2020 | 14:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Pandemi Covid-19 saat ini telah mengubah cara hidup, bekerja dan berbisnis di seluruh dunia, begitu juga dengan dunia komunikasi. Praktisi Komunikasi Dihar Dakir berpendapat, dalam situasi saat ini, perusahaan tidak dapat melakukan branding dengan cara-cara biasa, tetapi beradaptasi agar tetap mampu mempertahankan positioning di tengah masyarakat.
"Ini yang disebut the new normal, perusahaan harus mampu beradaptasi sehingga tidak kehilangan value di mata publik," katanya dalam siaran pers, Rabu (29/4).
Dihar mengatakan, di masa-masa pandemi, sangat wajar perusahaan melakukan efisiensi dalam praktik kehumasan. Pasalnya, perusahaan tengah menjalankan upaya bertahan dan mengutamakan hal-hal fundamental seperti operasional harian dan gaji karyawan. Namun, dia menambahkan, sebagai sebuah merek yang memiliki nilai tinggi di mata publik, praktik bisnis dan kehumasan dapat menjadi senjata andalan dalam menghadapi krisis.
Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk tetap melakukan praktik kehumasan dengan tepat dan efisien, yaitu dengan memanfaatkan media sosial dan blog dan mengisinya dengan konten yang sesuai.
Dia menjelaskan kondisi work from home (WFH) membuat orang-orang terpaku dengan gawai mereka. Pemberitaan mengenai Covid-19 meninggalkan ketakutan, kecemasan dan ketidakpastian. Di saat seperti inilah, perusahaan dapat menjalin komunikasi yang hidup dengan publik lewat media sosial dan saluran daring lainnya.
"Di masa ini sebaiknya perusahaan menghindari untuk posting fitur produk atau berita pendanaan, yang mungkin tidak akan diterima banyak orang saat ini. Alih-alih, gunakan media sosial dan blog untuk membahas apa yang terjadi di dunia dan pikirkan pengetahuan atau keahlian apa yang anda miliki sebagai organisasi yang dapat membantu audiens anda, " ujar CEO Pandawa PR tersebut.
Dihar mencontohkan, misalnya, bagi perusahaan startup medis ,dapat berbagi saran tentang bagaimana menjaga kesehatan di masa pandemi. Lalu untuk perusahaan yang bergerak di bidang finansial, dapat membagikan informasi tentang bagaimana orang dapat menghemat uang selama pandemi virus corona, dan sebagainya.
Selain itu, sosial media dapat digunakan untuk mengatasi krisis dalam perusahaan secara publik. "Jadi, jika perusahaan anda harus mem-PHK orang, membatalkan pesanan, atau apa pun itu, sampaikan berita tersebut dengan jujur ​​dan terbuka. Pelanggan akan lebih mempercayai dan menghormati anda untuk itu, dan mereka akan lebih bersedia untuk terlibat dengan konten atau saran terkait Covid-19 apa pun yang ingin anda bagikan dengan mereka," ucap dia.
Dihar menyebutkan, perusahaan harus bisa menyesuaikan konten komunikasi dengan kondisi di media saat ini. "Perusahaan dapat menyesuaikan konten komunikasi agar lebih selaras dengan masalah dan kebutuhan yang diciptakan oleh wabah virus corona, " kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




