Harga Pangan Naik, Kepercayaan Konsumen Turun
Rabu, 1 Agustus 2012 | 12:08 WIB
Memang menurut survei terakhir, jumlah konsumen yang merasa yakin bahwa harga barang akan meningkat dalam 6 bulan mendatang naik dibandingkan bulan sebelumnya
Danareksa Research Instutute mencatat, Indeks Kepercayaan Konsumen pada Juli kembali menurun sebesar 1,1 persen menjadi 91,4 setelah sempat naik sebesar 1,2 persen pada bulan sebelumnya. Melemahnya kepercayaan konsumen ini disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga-harga barang, terutama pangan.
Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudi Sadewa, menuturkan pada survei bulan Juli, konsumen secara keseluruhan merasa yakin bahwa tekanan inflasi akan sedikit meningkat dalam enam bulan mendatang. Indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi naik sebesar 0,5 persen menjadi 192,3 pada bulan Juli.
"Memang menurut survei terakhir, jumlah konsumen yang merasa yakin bahwa harga barang akan meningkat dalam 6 bulan mendatang naik dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspektasi kenaikan harga barang ini tidaklah mengherankan mengingat beberapa harga barang, terutama makanan biasanya naik selama bulan puasa dan perayaan Idul Fitri," ujar Purbaya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, hari ini.
Purbaya menjelaskan, terdapat dua komponen utama yang membentuk IKK menurun pada bulan Juli, yakni komponen yang menunjukkan keadaan saat ini (Indeks Situasi Sekarang /ISS) dan yang menunjukkan keadaan masa depan (Indeks Ekspektasi ). Berdasarkan survei, Indeks situasi saat ini turun sebesar 0,4 persen menjadi 76,7 karena konsumen memberikan penilaian yang lebih buruk terhadap keadaan ekonomi lokal saat ini, sedangkan indeks ekspektasi mengalami penurunan sebesar 1,5 persen menjadi 102,4.
"Penurunan IE ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan mendatang semakin menurun. Dengan menurunnya optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan mendatang, rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama menurun pula pada bulan Juli," terang dia.
Berdasarkan hasil survei terakhir, sekitar 35,9 persen konsumen yang disurvei berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang, turun dari 36,3 persen pada bulan Juni. Walaupun menurun, rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama masih tetap kuat pada bulan Juli.
Sementara itu, kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya juga melemah pada bulan Juli. Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) turun sebesar 0,6 persen menjadi 78,3 dari 78,8 pada bulan Juni. Pada survei terakhir, tiga komponen yang membentuk IKKP menurun, sedangkan dua komponen lainnya masih mengalami peningkatan.
Komponen yang mengalami penurunan terbesar adalah komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dimana indeks yang terkait turun sebesar 7,1 persen menjadi 57,0 pada bulan Juli. Sedangkan komponen yang mengalami kenaikan terbesar adalah komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga keamanan dengan indeks yang terkait naik sebesar 2,8 persen menjadi 95,8 pada bulan Juli.
Danareksa Research Instutute mencatat, Indeks Kepercayaan Konsumen pada Juli kembali menurun sebesar 1,1 persen menjadi 91,4 setelah sempat naik sebesar 1,2 persen pada bulan sebelumnya. Melemahnya kepercayaan konsumen ini disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga-harga barang, terutama pangan.
Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudi Sadewa, menuturkan pada survei bulan Juli, konsumen secara keseluruhan merasa yakin bahwa tekanan inflasi akan sedikit meningkat dalam enam bulan mendatang. Indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi naik sebesar 0,5 persen menjadi 192,3 pada bulan Juli.
"Memang menurut survei terakhir, jumlah konsumen yang merasa yakin bahwa harga barang akan meningkat dalam 6 bulan mendatang naik dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspektasi kenaikan harga barang ini tidaklah mengherankan mengingat beberapa harga barang, terutama makanan biasanya naik selama bulan puasa dan perayaan Idul Fitri," ujar Purbaya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, hari ini.
Purbaya menjelaskan, terdapat dua komponen utama yang membentuk IKK menurun pada bulan Juli, yakni komponen yang menunjukkan keadaan saat ini (Indeks Situasi Sekarang /ISS) dan yang menunjukkan keadaan masa depan (Indeks Ekspektasi ). Berdasarkan survei, Indeks situasi saat ini turun sebesar 0,4 persen menjadi 76,7 karena konsumen memberikan penilaian yang lebih buruk terhadap keadaan ekonomi lokal saat ini, sedangkan indeks ekspektasi mengalami penurunan sebesar 1,5 persen menjadi 102,4.
"Penurunan IE ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan mendatang semakin menurun. Dengan menurunnya optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan mendatang, rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama menurun pula pada bulan Juli," terang dia.
Berdasarkan hasil survei terakhir, sekitar 35,9 persen konsumen yang disurvei berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang, turun dari 36,3 persen pada bulan Juni. Walaupun menurun, rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama masih tetap kuat pada bulan Juli.
Sementara itu, kepercayaan konsumen terhadap kemampuan pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya juga melemah pada bulan Juli. Indeks Kepercayaan Konsumen terhadap Pemerintah (IKKP) turun sebesar 0,6 persen menjadi 78,3 dari 78,8 pada bulan Juni. Pada survei terakhir, tiga komponen yang membentuk IKKP menurun, sedangkan dua komponen lainnya masih mengalami peningkatan.
Komponen yang mengalami penurunan terbesar adalah komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dimana indeks yang terkait turun sebesar 7,1 persen menjadi 57,0 pada bulan Juli. Sedangkan komponen yang mengalami kenaikan terbesar adalah komponen yang menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjaga keamanan dengan indeks yang terkait naik sebesar 2,8 persen menjadi 95,8 pada bulan Juli.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




