ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Modernland Raih Rp65,1 M Dari Penjualan Ruko Costa Rica

Selasa, 14 Agustus 2012 | 11:47 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Impressi Artis Ruko Costa Rica, Kota Modern
Impressi Artis Ruko Costa Rica, Kota Modern (modernland)
Ruko Costa Rica lebih banyak diserap pemakai (end user) untuk kantor, tempat kursus, restoran atau kafe, kantor cabang perbankan, maupun usaha lainnya.

Pengembang properti PT Modernland Realty Tbk meraih pendapatan sedikitnya Rp 65,1 miliar dari penjualan 31 unit ruko Costa Rica.

Area komersial yang dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 2,1 miliar tersebut terjual seluruhnya saat peluncuran.

Andy K Natanael, Chief Operating Of ficer (COO) Urban Development PT Modernland Realty Tbk  mengungkapkan, kebutuhan ruang usaha di kawasan Kota Modern masih cukup luas dengan pasar yang juga besar.

Hal itu karena jumlah kepala keluarga yang tinggal di Kota Modern telah mencapai 6.000, sedangkan ruko baru sebanyak 325 unit.

"Jadi, peluangnya masih sangat tinggi, sehingga kehadiran ruko Costa Rica dapat diterima pasar," papar Andy dalam rilisnya baru-baru ini.

Dia menerangkan, ruko Costa Rica dipasarkan sebanyak 31 unit yang terdiri atas 3 lantai dan berukuran lebar 4,5 meter dan panjang 15 meter. Harga yang ditawarkan ruko ini mulai dari Rp 2,1 miliar dengan nilai investasi sebesar Rp 70 miliar.

"Saat peluncuran, ruko Costa Rica yang terletak di sebelah ruko La Valetta sudah terjual 100%. Begitu pula ruko La Valetta yang sekarang sedang dalam tahap pembangunan," terang Andy.

Ruko Costa Rica, lanjut Andy, lebih banyak diserap oleh para pemakai (end user) yang akan digunakan untuk kantor, tempat kursus, restoran atau kafe, kantor cabang perbankan, maupun usaha lainnya.

Target pasar para end user sudah ditetapkan sejak pertama kali ruko ini dipasarkan. Hal ini dilakukan guna mengurangi tingkat kekosongan ruko apabila dibeli oleh para investor.

"Jika ada sisa baru kami pasarkan kepada investor," tambah dia.

Menurut Andy, harga ruko Costa Rica diprediksi terus naik lantaran di kawasan Kota Modern memiliki faktor pendorong kenaikan harga properti.

Beberapa pendorong harga itu antara lain akan ada jalan tol di sekitar wilayah tersebut. Di samping itu, sudah tersedia fasilitas ber upa lapangan golf modern, sport club, rumah sakit, sekolah, pusat belanja, dan lainnya.

"Bahkan, akan dibangun kondotel di Kota Modern, dan proyek lainnya," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon