Terdampak Pandemi, Unilever Pangkas Capex, Laba Menyusut
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Terdampak Pandemi, Unilever Pangkas Capex, Laba Menyusut

Selasa, 3 November 2020 | 14:45 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Menyikapi pandemi, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) pangkas besaran alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) di tahun ini, menjadi hanya 1% dari total penjualan dari biasanya di angka 2%-2,5% sebelum pandemi.

“Investasi capex biasanya kami spend 2%-2,5% dari penjualan. Tapi, dalam kondisi ini batas 1% yang kami tetapkan. Ini diberikan kepada produk yang sangat berkembang pesat dalam kondisi krisis ini,” kata Direktur Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk Arif Hudaya dalam paparan publik secara virtual, Selasa (3/11).

Adapun pada kuartal III 2020, perseroan mencatat peningkatan positif pada penjualan ritel domestik (tanpa UFS/Unilever Food Solution) sebesar 1,7%. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan produk kesehatan dan kebersihan, seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan selama pandemi. Lalu, pertumbuhan penjualan bersih perseroan sebesar Rp 32,4 triliun atau tumbuh tipis 0,3%. Pertumbuhan penjualan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan domestik sebesar 0,8%. Namun, dari segi laba bersih, Unilever Indonesia hanya catatkan perolehan Rp 5,4 triliun atau turun 1,27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 5,51 triliun.

Perolehan tersebut diperoleh melalui inovasi produk baru untuk mendorong penjualan dan juga pengetatan biaya operasional. Termasuk kenaikan harga jual 2% yang diberlakukan sejak awal tahun ini. Adapun, pada tahun ini Unilever mengeluarkan 63 produk barunya yang didorong atas kebutuhan masyarakat terkait kebersihan dan kesehatan selama masa pandemi.

“Perseroan optimis untuk terus bisa membangun bisnis yang konsisten, kompetitif, menguntungkan, serta bertanggung jawab. Sepanjang tahun 2020, perseroan berfokus pada tiga hal yaitu memastikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan karyawan, memastikan keberlangsungan bisnis dan pemenuhan kebutuhan produk untuk konsumen, serta membantu masyarakat luas dalam berbagai upaya mengatasi pandemi Covid-19,” kata Arif.

Dalam hal memastikan keberlangsungan bisnis, perseroan jelasnya fokus pada produk-produk inti yang relevan untuk menjawab kebutuhan konsumen saat ini dan meluncurkan serangkaian inovasi termasuk di antaranya Lifebuoy Hand Sanitizer, Wipol Wipes, Wipol Disinfectant Spray, Rinso Laundry Disinfektan, Vixal Bleach Disinfektan, Molto Fabric Spray, Sahaja Hygienic Spray, Bango Bumbu Kuliner Nusantara, Jawara Cabai Tabur, Sariwangi Teh Mawar, Walls Strawberry Cheesecake dan Walls Unicornetto Mini Pack. Selain itu, perseroan juga meluncurkan produk yang disesuaikan dengan daya beli saat ini, seperti misalnya varian Lifebuoy Sabun Mandi Cair kemasan Rp 5.000.

Arif menambahkan bahwa selain menghadirkan inovasi produk, perusahaan fast moving consumer goods ini juga terus melakukan ekspansi dengan memperkuat daya saing di seluruh jalur penjualan salah satunya adalah digital. Hal ini sejalan dengan pergeseran pilihan pembelian lewat jalur online, tahun ini saja setidaknya sekitar 60% dari konsumen di Indonesia telah mencoba metode belanja digital yang baru. “Dari e-commerce, kontribusinya 2%-3% dari penjualan total. Tapi, ini segmen yang berkembang cepat, pertumbuhan selalu dua kali dan membuat segmen ini jadi prioritas kami ke depannya,” ungkapnya.

Digitalisasi juga dilakukan perseroan untuk membantu para mitra UMKM perseroan, yaitu para pemilik warung. Perseroan meluncurkan Sahabat Warung, aplikasi berbasis Android yang membantu para pedagang warung untuk mendapatkan produk Unilever secara online tanpa harus keluar rumah. “Selain memperkuat ketersediaan produk pada berbagai jalur e-commerce, di sepanjang tahun 2020 Unilever Indonesia meluncurkan berbagai inovasi digital yang sangat bermanfaat bagi konsumen dan pelanggan kami, dua di antaranya adalah Unilever Home Delivery dan Sahabat Warung,” kata Arif.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Simas Insurtech dan Fuse Gandeng Tokopedia Pasarkan Asuransi

Fuse bersama dengan Simas Insurtech mengumumkan kemitraan strategis dengan Tokopedia untuk berbagai produk asuransi umum dengan harga terjangkau.

EKONOMI | 27 September 2021

Kurs Rupiah Relatif Datar di Rp 14.250

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Senin (27/9/2021), terpantau menguat tipis ke kisaran Rp 14.250.

EKONOMI | 27 September 2021

IHSG Berpotensi Menguat, 5 Saham Ini Layak Dikoleksi

Agar tetap cuan, Valbury Sekuritas Indonesia menyarankan para investor untuk cermati saham BBRI, PGAS, TINS, ANTM, PTPP.

EKONOMI | 27 September 2021

Kompak, IHSG Menguat Seiring Bursa Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,1% ke 6.151 pada awal perdagangan hari ini, Senin (27/9/2021).

EKONOMI | 27 September 2021

Fokus Pasar: Nasib Moratorium Sawit Indonesia

Pelaku pasar di awal pekan cermati mengenai perizinan moratorium sawit yang menentukan arah laju saham komoditas terkait.

EKONOMI | 27 September 2021

Bursa Asia Mixed Jelang Rilis Data Industri Tiongkok

Nikkei naik 0,36%, Topix naik 0,57%, S&P/ASX 200 Australia naik 0,17%, dan Kospi Korsel turun 0,12%.

EKONOMI | 27 September 2021

Imbal Hasil SUN Diproyeksi Naik Dipengaruhi Sentimen Tapering The Fed

Harga Surat Utang Negara (SUN) pada pekan ini diperkirakan mengalami penurunan, sementara imbal hasil menguat.

EKONOMI | 26 September 2021

QRIS Jadi Sarana UMKM Masuk ke Ekosistem Digital

Dari 10,45 juta pengguna QRIS saat ini, sebanyak 96% adalah UMKM dan ditargetkan angkanya terus bertambah.

EKONOMI | 26 September 2021

Pasca-Rights Issue, Aset BRI Terbesar di Indonesia

Rights issue BRI bernominal jumbo dilakukan untuk mendanai holding ultramikro (UMi).

EKONOMI | 26 September 2021

ACC Syariah Permudah Masyarakat Tunaikan Ibadah Haji

ACC Syariah Haji juga memberikan pendampingan pengurusan hingga mendapatkan nomor porsi haji.

EKONOMI | 26 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Waspadai Cuaca Ekstrem di 25 Wilayah Ini

Waspadai Cuaca Ekstrem di 25 Wilayah Ini

NASIONAL | 21 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings