Terintegrasi Tol Layang, Tarif Tol Jakarta-Cikampek Naik
Rabu, 11 November 2020 | 21:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) I dan Tol Japek II Elevated akan segera diintegrasikan. Tarif Tol Japek yang berlaku saat ini akan mengalami penyesuaian.
Direktur utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur mengatakan bahwa sistem pentarifan yang saat ini berlaku di Tol Japek mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR Tahun 2019 Nomor 481 tentang penerapan tarif dan perubahan sistem pengoperasian di Tol Japek.
Sistem pentarifan yang eksisting sesuai Kepmen tersebut dan sebelum diberlakukan pengintegrasian tarif dengan Japek II Elevated, di wilayah 4 tarif kendaraan Golongan I sebesar Rp 15.000 dan akan mengalami penyesuaian menjadi Rp 20.000.
Sedangkan tarif kendaraan Golongan II yang sebelumnya Rp 22.500 berubah menjadi Rp 30.000, Golongan III Rp 22.500 menjadi Rp 30.000, Golongan IV Rp 30.000 menjadi Rp 40.000, dan tarif Golongan V yang semula Rp 30.000 disesuaikan menjadi Rp 40.000.
Dengan demikian tarif tol akan mengalami penyesuaian, namun sistem pengoperasian tidak. "Nanti yang menuju arah timur, bayarnya off ramp, arah Barat off ramp, sedangkan menuju Jakarta bayarnya on ramp," terang Subakti dalam konferensi pers virtual, Rabu (11/11/2020).

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan pengintegrasian antara tarif Japek I dan Japek II ini diberlakukan karena Japek II Elevated merupakan bagian dari keseluruhan investasi Tol Jakarta Cikampek.
Pertimbangan kedua karena jika dilihat dari statistik, tarif Japek I merupakan yang termurah di Indonesia dengan Rp 200 per kilometernya. Dibanding ruas-ruas lain seperti To Jakarta Outer Ring Road (JORR) atau Tol Cimanggis-Cibitung yang tarifnya mendekati Rp 2.000 per kilometernya. 10 kali lebih besar daripada Tol Japek.
Dengan demikian, ia menilai kebutuhan pengintegrasian antara tarif atas dan bawah menjadi penting.
"Agak aneh misalnya kalau lewat atas untuk tujuan yang sama, tapi memiliki tarif yang berbeda. Hitungannya dari ujung ke ujung untuk Japek II itu Rp 42.500, sedangkan saat ini dari ujung ke ujung untuk Japek I Rp15.000," kata Danang.
Artinya, kalau dengan pentarifan yang sendiri-sendiri, maka manfaat dari sistem jaringan dan redistribusi trafik tidak akan didapat. Begitu pula dengan keberadaan struktur baru yang pada dasarnya merupakan capacity extension dari Jakarta-Cikampek.
Di samping itu, dengan adanya Tol Japek II Elevated ini, kapasitas yang terpasang juga meningkat hampir dua kali lipat. Sehingga, jika berbicara volume yang sama, masyarakat akan menikmati kelancaran perjalanan. Inilah yang menjadi strategi pemerintah dalam penstrukrturan tarif Jakarta-Cikampek dan Elevated.
Pemberlakuan Tarif integrasi
Tol Japek II Elevated yang dioperasikan tanpa tarif sejak 15 Desember 2019 lalu, akan mulai beroperasi penuh atau diberlakukan tarif sebelum 12 Desember 2020.
"Tol Jakarta-Cikampek sudah dioperasikan sejak 15 Desember 2019 lalu dan diresmikan Presiden Jokowi pada 12 Desember 2019. Kami harapkan tarifnya berlaku sebelum ulang tahun 1 tahun pengoperasian tanpa tarif. Jadi sebelum itu, kita sudah bisa operasikan," kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S. Atmawidjaja, Rabu (11/11/2020).
Ia memahami bahwa terkait tarif integrasi untuk jarak dekat kenaikannya memang cukup besar. Tapi sudah menjadi tugas pemerintah bersama BUJT, operator jalan tol dan investor untuk memberikan pilihan seperti jalan-jalan arteri, jika dari arah Bekasi bisa memanfaatkan JORR. Kemudian ada pula Tol Becakayu, termasuk jalur-jalur nasional yang ia nilai sudah cukup baik.
Upaya tersebut untuk menciptakan keseimbangan antara publik dan privat. "Intinya adalah ini merupakan satu kebijakan yang mudah-mudahan bisa diterima publik dan kami yakin ini bisa dipahami dan diikuti ke depan. Kami pastikan bahwa ini mudah-mudahan sebelum 12 Desember 2020 bisa kita berlakukan tarif," tutup Endra.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




