Tugu Insurance Catat Laba Bersih Rp 235,1 Miliar
Kamis, 17 Desember 2020 | 08:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Meski di tengah pandemi Covid-19, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) masih mampu mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 235,1 miliar hingga akhir September 2020.
Presiden Direktur Tugu Insurance menjelaskan, perolehan kinerja positif ini berkat kerja keras perusahaan dalam mempertahankan renewal bisnis dengan loss ratio yang baik dan melakukan efisiensi beban usaha secara lebih optimal. Laporan posisi keuangan perusahaan juga masih kuat dengan nilai aset konsolidasian per September 2020 tercatat Rp 20,2 triliun dan ekuitas sebesar Rp 8,39 triliun dengan risk-based capital (RBC) sebesar 396,8% masih jauh di atas ketentuan minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) industri keuangan non-bank (IKNB) yang sebesar 120%.
Hingga triwulan III-2020, Tugu Insurance mencatatkan pencapaian secara konsolidasian yakni premi bruto sebesar Rp 4,57 triliun, hasil underwriting sebesar Rp 388.41 miliar dan hasil investasi sebesar Rp 218,5 miliar.
"Perusahaan kami memang turut mengalami dampak atas krisis global pandemi Covid-19. Namun, kami sangat bersyukur bahwa kerja keras kami masih menghasilkan pencatatan laba maupun kinerja yang positif," kata Indra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/12/2020).
"Serta meningkatkan outlook perseroan menjadi "Stable" di samping mempertahankan selama 5 tahun berturut–turut peringkat rating internasional "A- (excellent)" dari A.M. Best, yang merupakan lembaga pemeringkat global di bidang perasuransian," tambahnya.
Saat ini, Tugu Insurance masih menjadi satu-satunya perusahaan umum nasional yang memiliki predikat rating internasional A- (Excellent) dari A.M. Best tersebut.
Fokus strategi Tugu Insurance masih sesuai dengan komitmen saat Initial Public Offering (IPO) pada Mei 2018 lalu yaitu optimalisasi bisnis korporasi dan komersial, pengembangan bisnis ritel dan perluasan bisnis asuransi.
Per September 2020, kontribusi segmen ritel dalam portofolio induk perusahaan mencapai 8,1% dengan total premi bruto sebesar Rp214 miliar. Segmentasi ritel berasal dari lini bisnis asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan diri, kesehatan dan rumah tinggal, di mana kontribusi terbesar masih dari produk asuransi kendaraan bermotor sebesar 67%.
"Produksi premi kendaraan bermotor pada triwulan III-2020 telah tercatat Rp 144.1 miliar atau naik 1% dibandingkan tahun sebelumnya yang didominasi oleh premi dari kendaraan roda empat. Adapun pertumbuhan premi kendaraan bermotor tersebut masih cukup baik mengingat data penurunan penjualan mobil ritel dari Gaikindo menunjukkan penurunan sebesar 47% dibandingkan tahun sebelumnya" tambah Indra.
Dia menambahkan, Tugu Insurance akan terus meningkatkan sinergi bersama Tugu Group maupun Pertamina Group. Serta mengembangkan digitalisasi untuk memudahkan pelanggan saat bertransaksi.
"Sebagai contoh adalah proses pembelian hingga klaim asuransi kendaraan bermotor yang saaat ini sudah bisa dilakukan secara seamless menggunakan mobile application," tutup Indra.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




