Tumbuh Tertinggi di Asia, Aset Orang Kaya RI US$120 Miliar
Jumat, 21 September 2012 | 09:07 WIB
Kenaikan harta kekayaan orang-orang superkaya Indonesia terjadi berkat kenaikan harga komoditas, dan properti.
Total kekayaan 785 orang superkaya (ultra high net worth individual/UHNWI) Indonesia tahun ini menembus US$120 miliar, naik 41,2 persen dari posisi US$85 miliar tahun lalu. Kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi di kawasan Asia.
Demikian laporan World Ultra Wealth Report 2012-2013 yang dirilis Wealth-X, sebuah organisasi berbasis di Singapura.
Menurut Wealth-X, populasi orang superkaya di Indonesia dalam setahun terakhir bertambah 35 orang menjadi 785 orang. Rata-rata usia mereka 60 tahun. Orang superkaya adalah mereka yang memiliki kekayaan di atas US$30 juta atau setara Rp285 miliar.
Sebanyak 25 orang Indonesia menguasai kekayaan US$50 miliar. Sebagian besar populasi orang superkaya justru memiliki kekayaan antara US$30 juta hingga US$49 juta, yakni sebanyak 380 orang, dengan total kekayaan US$12 miliar.
Kenaikan harta kekayaan orang superkaya Indonesia tersebut didorong peningkatan harga properti, barang-barang mewah (luxury), dan kenaikan harga komoditas sepanjang 2011.
Kepala Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih, dan ekonom LIPI Latif Adam menilai, kenaikan harta kekayaan orang-orang superkaya Indonesia terjadi berkat kenaikan harga komoditas, terutama crude palm oil/CPO dan batubara.
“Harga komoditas naik di pasar inter nasional sehingga banyak menimbulkan pengusaha kaya baru di bidang per tambangan dan perkebunan. Ini positif karena kita punya sumber daya alam yang besar,” kata Lana.
Namun, penurunan harga komoditas sepanjang 2012 diperkirakan membuat orang superkaya di Indonesia tidak akan tumbuh sebesar tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, anggota Certified Wealth Managers' Association Fendi Susiyanto, mengatakan, kenaikan harta kekayaan mereka dipicu oleh naiknya harga-harga properti. Dia mencatat, kenaikan kredit properti di atas 24 persen, melebihi pertumbuhan kredit perbankan yang berkisar 20-24 persen.
“Selain itu, nilai barang- barang koleksi seperti arts, barang-barang antik, emas, juga turut menyumbang. Pricing value-nya paling tinggi, di atas 100 persen, kecuali emas yang tahun ini relatif stabil,” kata dia.
Data Knight Frank's Prime International Resident Index (PIRI) 2012 menunjukkan, pertumbuhan harga properti di Bali dan Jakarta masuk dalam empat dan lima besar di dunia, yakni masing-masing sebesar 15 persen dan 14,3 persen. Harga per meter persegi properti di Jakarta dan Bali masih murah dan berada di posisi 60 dan 61 dari 63 kota di dunia.
Menurut Fendi, kekayaan mereka juga tidak banyak terkena dampak krisis, karena selain memiliki modal besar, eksposur portofolio saham mereka juga tidak besar. Mereka lebih cenderung berbisnis dan masuk ke properti.
Ke depan, Fendi memperkirakan per tumbuhan populasi orang superkaya di Indonesia tumbuh di bawah 5 persen dalam lima tahun mendatang. Namun, kekayaan mereka bisa tumbuh di atas 25 persen.
Wealth-X mencatat, populasi orang superkaya Indonesia menempati posisi kedelapan terbanyak di Asia, setelah Jepang, China, India, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan.
Populasi orang superkaya Asia tercatat berjumlah 42.895 orang (turun 2,1 persen) dengan total kekayaan US$ 6,3 triliun (turun 6,8 persen). Jepang dan Tiongkok masih menjadi negara yang memiliki populasi orang superkaya terbanyak.
Jepang memiliki 12.830 orang superkaya dengan total kekayaan US$2.075 miliar, turun dari tahun lalu sebanyak 13.040 orang (US$2.270 miliar). China juga memiliki 11.245 orang super kaya (US$1.580 miliar) dari tahun lalu sebanyak 11.510 orang (US$1.695 miliar)
Total kekayaan 785 orang superkaya (ultra high net worth individual/UHNWI) Indonesia tahun ini menembus US$120 miliar, naik 41,2 persen dari posisi US$85 miliar tahun lalu. Kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi di kawasan Asia.
Demikian laporan World Ultra Wealth Report 2012-2013 yang dirilis Wealth-X, sebuah organisasi berbasis di Singapura.
Menurut Wealth-X, populasi orang superkaya di Indonesia dalam setahun terakhir bertambah 35 orang menjadi 785 orang. Rata-rata usia mereka 60 tahun. Orang superkaya adalah mereka yang memiliki kekayaan di atas US$30 juta atau setara Rp285 miliar.
Sebanyak 25 orang Indonesia menguasai kekayaan US$50 miliar. Sebagian besar populasi orang superkaya justru memiliki kekayaan antara US$30 juta hingga US$49 juta, yakni sebanyak 380 orang, dengan total kekayaan US$12 miliar.
Kenaikan harta kekayaan orang superkaya Indonesia tersebut didorong peningkatan harga properti, barang-barang mewah (luxury), dan kenaikan harga komoditas sepanjang 2011.
Kepala Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih, dan ekonom LIPI Latif Adam menilai, kenaikan harta kekayaan orang-orang superkaya Indonesia terjadi berkat kenaikan harga komoditas, terutama crude palm oil/CPO dan batubara.
“Harga komoditas naik di pasar inter nasional sehingga banyak menimbulkan pengusaha kaya baru di bidang per tambangan dan perkebunan. Ini positif karena kita punya sumber daya alam yang besar,” kata Lana.
Namun, penurunan harga komoditas sepanjang 2012 diperkirakan membuat orang superkaya di Indonesia tidak akan tumbuh sebesar tahun-tahun sebelumnya.
Sementara itu, anggota Certified Wealth Managers' Association Fendi Susiyanto, mengatakan, kenaikan harta kekayaan mereka dipicu oleh naiknya harga-harga properti. Dia mencatat, kenaikan kredit properti di atas 24 persen, melebihi pertumbuhan kredit perbankan yang berkisar 20-24 persen.
“Selain itu, nilai barang- barang koleksi seperti arts, barang-barang antik, emas, juga turut menyumbang. Pricing value-nya paling tinggi, di atas 100 persen, kecuali emas yang tahun ini relatif stabil,” kata dia.
Data Knight Frank's Prime International Resident Index (PIRI) 2012 menunjukkan, pertumbuhan harga properti di Bali dan Jakarta masuk dalam empat dan lima besar di dunia, yakni masing-masing sebesar 15 persen dan 14,3 persen. Harga per meter persegi properti di Jakarta dan Bali masih murah dan berada di posisi 60 dan 61 dari 63 kota di dunia.
Menurut Fendi, kekayaan mereka juga tidak banyak terkena dampak krisis, karena selain memiliki modal besar, eksposur portofolio saham mereka juga tidak besar. Mereka lebih cenderung berbisnis dan masuk ke properti.
Ke depan, Fendi memperkirakan per tumbuhan populasi orang superkaya di Indonesia tumbuh di bawah 5 persen dalam lima tahun mendatang. Namun, kekayaan mereka bisa tumbuh di atas 25 persen.
Wealth-X mencatat, populasi orang superkaya Indonesia menempati posisi kedelapan terbanyak di Asia, setelah Jepang, China, India, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan.
Populasi orang superkaya Asia tercatat berjumlah 42.895 orang (turun 2,1 persen) dengan total kekayaan US$ 6,3 triliun (turun 6,8 persen). Jepang dan Tiongkok masih menjadi negara yang memiliki populasi orang superkaya terbanyak.
Jepang memiliki 12.830 orang superkaya dengan total kekayaan US$2.075 miliar, turun dari tahun lalu sebanyak 13.040 orang (US$2.270 miliar). China juga memiliki 11.245 orang super kaya (US$1.580 miliar) dari tahun lalu sebanyak 11.510 orang (US$1.695 miliar)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




