Belasan Perusahaan Perkebunan di Malaysia Butuh Tambahan TKI
Kamis, 4 Oktober 2012 | 17:24 WIB
Perusahaan perkebunan di Malaysia butuh tambahan TKI karena pengiriman tahun ini relatif kurang
Belasan perusahaan perkebunan di Malaysia membutuhkan tambahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sehingga meminta pengiriman dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Perusahaan perkebunan di Malaysia butuh tambahan TKI karena pengiriman tahun ini relatif kurang," kata Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB H Zaenal, di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan, sejauh ini hampir 20 perusahaan perkebunan di Malaysia yang menerima penempatan TKI dari wilayah NTB baik dari Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.
Dua perusahaan diantaranya, menerima penempatan TKI NTB dalam jumlah banyak, yakni Felda Plantations Sdn Bhd (Perusahaan perkebunan Kelapa Sawit milik Kerajaan Malaysia), dan Sime Darby Plantation (perusahaan private nasional).
Saat ini, TKI NTB yang bekerja di Malaysia diperkirakan mencapai 300 ribu hingga 350 ribu orang. Sebanyak 57 ribu lebih diantaranya bekerja di Sime Darby Plantation, dan sekitar 100 ribu lebih bekerja di Felda Plantations Sdn Bhd.
"Kedua perusahaan itu masih butuh banyak TKI dan mereka meminta dari NTB. Sime Darby misalnya, tahun ini butuh 600 orang TKI NTB, namun baru memenuhi sekitar 200 orang, sehingga masih butuh tambahan," ujar Zainal.
Zainal membenarkan kalau jumlah TKI yang ditempatkan di Malaysia sepanjang 2012, relatif kurang jika dibandingkan dengan penempatan TKI sepanjang 2011.
Hal serupa juga dibenarkan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTB Syahrum, yang ditemui secara terpisah.
Bahkan, versi BP3TKI, jumlah TKI NTB yang ditempatkan di Malaysia dan sejumlah negara di Timur Tengah, mengalami penurunan secara drastis.
Sejak Januari sampai Mei 2012, misalnya, hanya 11.468 orang TKI yang ditempatkan, jauh berbeda jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang lebih dari 30 ribu orang.
Syahrum mengakui, penurunan jumlah TKI itu hanya terjadi pada 2012 karena penempatan TKI asal NTB sejak 2008 hingga 2011 terus meningkat. Terbanyak di Malaysia, dan negara lainnya di Asia Pasifik seperti Singapura, Taiwan, Hongkong, Taiwan, Brunei, dan negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Yordania.
Pada 2008, TKI NTB yang ditempatkan sebanyak 52.273 orang, 2009 sebanyak 53.731 orang, 2010 sebanyak 56.731 orang, dan 2011 sebanyak 58.230 orang.
Penurunan jumlah TKI yang ditempatkan itu, tambah Syahrum, berpengaruh terhadap jumlah remitan, meskipun tidak signifikan.
Ia menyebut jumlah remitan TKI pada Januari 2012 sebesar Rp41,78 miliar lebih, Februari sebesar Rp43,21 miliar lebih, Maret sebesar Rp40,55 miliar lebih, dan April sebesar Rp39,45 miliar lebih, serta Mei sebesar Rp37,65 miliar.
"Ada pengurangan jumlah remitan, dan tentu sampai akhir 2012 jumlah remitan selama 12 bulan atau setahun tidak mencapai Rp500 miliar sebagaimana dicapai pada tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.
Penempatan TKI NTB ke Asia Pasifik dan Timur Tengah itu melibatkan 215 unit perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang beroperasi di wilayah NTB.
Dari 215 PPTKIS itu, sebanyak 11 unit perusahaan diantaranya berkantor pusat di Jakarta, selebihnya berbentuk kantor cabang yang pusatnya di Jakarta dan daerah lain di luar wilayah NTB.
Belasan perusahaan perkebunan di Malaysia membutuhkan tambahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sehingga meminta pengiriman dari wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Perusahaan perkebunan di Malaysia butuh tambahan TKI karena pengiriman tahun ini relatif kurang," kata Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB H Zaenal, di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan, sejauh ini hampir 20 perusahaan perkebunan di Malaysia yang menerima penempatan TKI dari wilayah NTB baik dari Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.
Dua perusahaan diantaranya, menerima penempatan TKI NTB dalam jumlah banyak, yakni Felda Plantations Sdn Bhd (Perusahaan perkebunan Kelapa Sawit milik Kerajaan Malaysia), dan Sime Darby Plantation (perusahaan private nasional).
Saat ini, TKI NTB yang bekerja di Malaysia diperkirakan mencapai 300 ribu hingga 350 ribu orang. Sebanyak 57 ribu lebih diantaranya bekerja di Sime Darby Plantation, dan sekitar 100 ribu lebih bekerja di Felda Plantations Sdn Bhd.
"Kedua perusahaan itu masih butuh banyak TKI dan mereka meminta dari NTB. Sime Darby misalnya, tahun ini butuh 600 orang TKI NTB, namun baru memenuhi sekitar 200 orang, sehingga masih butuh tambahan," ujar Zainal.
Zainal membenarkan kalau jumlah TKI yang ditempatkan di Malaysia sepanjang 2012, relatif kurang jika dibandingkan dengan penempatan TKI sepanjang 2011.
Hal serupa juga dibenarkan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTB Syahrum, yang ditemui secara terpisah.
Bahkan, versi BP3TKI, jumlah TKI NTB yang ditempatkan di Malaysia dan sejumlah negara di Timur Tengah, mengalami penurunan secara drastis.
Sejak Januari sampai Mei 2012, misalnya, hanya 11.468 orang TKI yang ditempatkan, jauh berbeda jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang lebih dari 30 ribu orang.
Syahrum mengakui, penurunan jumlah TKI itu hanya terjadi pada 2012 karena penempatan TKI asal NTB sejak 2008 hingga 2011 terus meningkat. Terbanyak di Malaysia, dan negara lainnya di Asia Pasifik seperti Singapura, Taiwan, Hongkong, Taiwan, Brunei, dan negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Yordania.
Pada 2008, TKI NTB yang ditempatkan sebanyak 52.273 orang, 2009 sebanyak 53.731 orang, 2010 sebanyak 56.731 orang, dan 2011 sebanyak 58.230 orang.
Penurunan jumlah TKI yang ditempatkan itu, tambah Syahrum, berpengaruh terhadap jumlah remitan, meskipun tidak signifikan.
Ia menyebut jumlah remitan TKI pada Januari 2012 sebesar Rp41,78 miliar lebih, Februari sebesar Rp43,21 miliar lebih, Maret sebesar Rp40,55 miliar lebih, dan April sebesar Rp39,45 miliar lebih, serta Mei sebesar Rp37,65 miliar.
"Ada pengurangan jumlah remitan, dan tentu sampai akhir 2012 jumlah remitan selama 12 bulan atau setahun tidak mencapai Rp500 miliar sebagaimana dicapai pada tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.
Penempatan TKI NTB ke Asia Pasifik dan Timur Tengah itu melibatkan 215 unit perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang beroperasi di wilayah NTB.
Dari 215 PPTKIS itu, sebanyak 11 unit perusahaan diantaranya berkantor pusat di Jakarta, selebihnya berbentuk kantor cabang yang pusatnya di Jakarta dan daerah lain di luar wilayah NTB.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




