Logo BeritaSatu

Pasar Surat Utang Negara Pekan Ini Berpotensi Menguat

Minggu, 25 Juli 2021 | 15:19 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pasar Surat Utang Negara (SUN) di tanah air pada pekan ini dinilai masih akan positif, didorong oleh spread antara SUN dengan US Treasury 10 tahun yang makin membesar. Meski demikian, penanganan Covid-19 masih menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi.

"Pekan ini masih akan positif, kalau berpatokan pada US Treasury yang masih rendah, spread antara US Treasury dan SUN misalnya untuk yang 10 tahun sudah diatas 500, sehingga investor asing masih melihat itu sebagai peluang. Apalagi PPKM harapannya dikurangi sehingga relatif akan lebih menarik lagi. Tapi, kalau diperpanjang hingga Agustus dan resiko Covid masih tinggi ini menjadi perhatian serius,” kata Senior Economist Samuel Sekuritas, Fikri C Permana, Minggu (25/7/2021).

Fikri menyebutkan, imbal hasil atau yield SUN berpotensi turun pekan ini. Misalnya saja, SUN dengan tenor 10 tahun akan berada di rentang 6,1%-6,2%.

Head of Fixed Income Analyst Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto mengatakan, pasar obligasi sudah rally cukup signifikan dalam tiga minggu terakhir. Hal tersebut terutama dipicu likuiditas yang masih memadai dan rencana penurunan penerbitan target SBN.

Untuk pekan ini, pasar SUN perlu memiliki katalis baru yang bisa membuat pasar lebih bergerak lagi, terutama soal tren perkembangan Covid-19. Jika ada perbaikan positif maka akan tambah menggairahkan pasar SUN, yang yield bisa turun atau harga naik. Selain itu, hasil lelang sukuk dan outlook inflasi Juli juga menjadi sentimen. Sedangkan, dari global pergerakan yield obligasi AS atau US Treasury dan US Dollar Index atau yang disingkat dengan kode USDX seperti apa.

"Overall, menurut saya harga obligasi lebih sideways untuk pekan ini dengan yield di kisaran 6,25%-6,3%, karena sudah rally signifikan tiga minggu terakhir, sambil menunggu katalis positif baru lagi,” ujar Handy.

Handy menilai, dari valuasi harga SUN masih cukup murah. Di mana, yield SUN Indonesia seri acuan 10 tahun menurut proyeksinya akan berada dibawah 6% akhir tahun ini. "Faktor positif di kuartal IV dalah potensi supply SBN lebih rendah,” katanya.

Sementara, Associate Director of Research and Investment Maximilianus Nico Demus mengatakan, pekan ini pelaku pasar dan investor akan tertuju terhadap pertemuan Bank Sentral Amerika (The Fed).

"Karena ini akan menjadi tolok ukur, akan kemana lagi pergerakan pasar obligasi selanjutnya. Ditengah situasi dan kondisi seperti sekarang ini, imbal hasil obligasi terus mengalami penurunan didukung oleh keyakinan akan penundaan pengurangan pembelian obligasi oleh The Fed. Namun pelaku pasar dan investor membutuhkan kepastian, oleh sebab itu fokus utamanya adalah pertemuan The Fed tersebut,” jelasnya.

Terkait lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk yang akan digelar pekan ini, Nico menilai akan sedikit berkurang peminatnya, namun diperkirakan total penawaran yang masuk akan berkisar Rp 40-50 triliun. Animo optimisme pun akan tetap terjaga.

Adapun booster bagi pasar obligasi diperkirakan akan datang juga dari PPKM level yang diharapkan tetap akan berubah menjadi level 3 dari level 4. Karena hal tersebut mendorong aktivitas perekonomian untuk tetap berjalan dan mendorong pemulihan ekonomi kembali ke jalan yang benar.

"Di atas kertas kami meyakini bahwa pelaku pasar dan investor masih akan menaruh hati terhadap pasar obligasi, apalagi kami melihat bahwa ketidakpastian pemulihan ekonomi masih besar. Oleh sebab itu, kehati-hatian akan menjadi poin penting saat ini,” kata Nico.

Nico mengimbau investor bisa memilih obligasi berdurasi jangka pendek. Hal itu penting untuk meredam volatilitas. "Namun tetap sisakan obligasi jangka panjang untuk memaksimalkan keuntungan,” tambahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Investor Kripto di Indonesia Tembus 16,1 Juta Pelanggan

Bappebti menyebut investor kripto di Indonesia telah tembus 16,1 juta pelanggan per Agustus 2022.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Pemangkasan Biaya Aplikasi Bisa Ganggu Ekosistem Ojol

Ekonom Unair, Rumayya Batubara menilai, pemotongan biaya aplikasi memiliki dampak luas, mulai dari perusahaan aplikator, mitra driver, dan ekosistem ojol.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Kolaborasi MIND ID dengan Korporasi Inggris, Upaya Erick Diapresiasi

Upaya Erick Thohir melakukan kolaborasi antara MIND ID dengan korporasi asal Inggris Arrival Ltd diapresiasi penuh.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Manfaatkan Internet, UMKM Desa Sukarara Tembus Pasar Ekspor

Bakti, Kemenkominfo aktif melakukan pelatihan digital pada pelaku usaha, termasuk UMKM untuk meningkatkan penjualan.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Ada 1.500 Server, IDcloudHost Siapkan Infrastruktur Web3

IDCloudHost mengambil peran aktif dalam pengembangan digital ekonomi Indonesia menuju tahun 2030.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

IHSG Bertambah 50,1 Poin ke level 7.122 pada Jeda Siang

Volume perdagangan IHSG hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 157,1 miliar saham senilai Rp 7,1 triliun.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Jokowi: Krisis Global Diperparah Perang Rusia vs Ukraina

Jokowi menyatakan, perang Rusia vs Ukraina telah memperparah krisis global, yang ditandai dengan kenaikan harga pangan, energi, dan finansial.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Gandeng Akulaku, XL Axiata Genjot Penjualan dari Aplikasi

Akulaku PayLater tersedia sebagai opsi metode pembayaran yang dapat diakses bagi pengguna telekomunikasi seluler XL Axiata melalui aplikasi myXL.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Awali Perdagangan, IHSG Meroket Capai Kembali ke 7.100-an

Pukul 09.18 WIB, IHSG naik 84,2 poin (1,24%) menjadi 7.110 dan Investor33 naik menjadi ke 500,1.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham Pilihan

Level resistance IHSG pada perdagangan hari ini di level 7.101, 7.149, 7.178, 7.256 dengan support di level 7.049, 7.000, 6.968, 6.925.

EKONOMI | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ini yang Akan Digali dalam Pemeriksaan Kasus KDRT Rizky Billar

Ini yang Akan Digali dalam Pemeriksaan Kasus KDRT Rizky Billar

NEWS | 12 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings