Pasar Surat Utang Negara Pekan Ini Berpotensi Menguat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pasar Surat Utang Negara Pekan Ini Berpotensi Menguat

Minggu, 25 Juli 2021 | 15:19 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pasar Surat Utang Negara (SUN) di tanah air pada pekan ini dinilai masih akan positif, didorong oleh spread antara SUN dengan US Treasury 10 tahun yang makin membesar. Meski demikian, penanganan Covid-19 masih menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi.

"Pekan ini masih akan positif, kalau berpatokan pada US Treasury yang masih rendah, spread antara US Treasury dan SUN misalnya untuk yang 10 tahun sudah diatas 500, sehingga investor asing masih melihat itu sebagai peluang. Apalagi PPKM harapannya dikurangi sehingga relatif akan lebih menarik lagi. Tapi, kalau diperpanjang hingga Agustus dan resiko Covid masih tinggi ini menjadi perhatian serius,” kata Senior Economist Samuel Sekuritas, Fikri C Permana, Minggu (25/7/2021).

Fikri menyebutkan, imbal hasil atau yield SUN berpotensi turun pekan ini. Misalnya saja, SUN dengan tenor 10 tahun akan berada di rentang 6,1%-6,2%.

Head of Fixed Income Analyst Mandiri Sekuritas, Handy Yunianto mengatakan, pasar obligasi sudah rally cukup signifikan dalam tiga minggu terakhir. Hal tersebut terutama dipicu likuiditas yang masih memadai dan rencana penurunan penerbitan target SBN.

Untuk pekan ini, pasar SUN perlu memiliki katalis baru yang bisa membuat pasar lebih bergerak lagi, terutama soal tren perkembangan Covid-19. Jika ada perbaikan positif maka akan tambah menggairahkan pasar SUN, yang yield bisa turun atau harga naik. Selain itu, hasil lelang sukuk dan outlook inflasi Juli juga menjadi sentimen. Sedangkan, dari global pergerakan yield obligasi AS atau US Treasury dan US Dollar Index atau yang disingkat dengan kode USDX seperti apa.

"Overall, menurut saya harga obligasi lebih sideways untuk pekan ini dengan yield di kisaran 6,25%-6,3%, karena sudah rally signifikan tiga minggu terakhir, sambil menunggu katalis positif baru lagi,” ujar Handy.

Handy menilai, dari valuasi harga SUN masih cukup murah. Di mana, yield SUN Indonesia seri acuan 10 tahun menurut proyeksinya akan berada dibawah 6% akhir tahun ini. "Faktor positif di kuartal IV dalah potensi supply SBN lebih rendah,” katanya.

Sementara, Associate Director of Research and Investment Maximilianus Nico Demus mengatakan, pekan ini pelaku pasar dan investor akan tertuju terhadap pertemuan Bank Sentral Amerika (The Fed).

"Karena ini akan menjadi tolok ukur, akan kemana lagi pergerakan pasar obligasi selanjutnya. Ditengah situasi dan kondisi seperti sekarang ini, imbal hasil obligasi terus mengalami penurunan didukung oleh keyakinan akan penundaan pengurangan pembelian obligasi oleh The Fed. Namun pelaku pasar dan investor membutuhkan kepastian, oleh sebab itu fokus utamanya adalah pertemuan The Fed tersebut,” jelasnya.

Terkait lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk yang akan digelar pekan ini, Nico menilai akan sedikit berkurang peminatnya, namun diperkirakan total penawaran yang masuk akan berkisar Rp 40-50 triliun. Animo optimisme pun akan tetap terjaga.

Adapun booster bagi pasar obligasi diperkirakan akan datang juga dari PPKM level yang diharapkan tetap akan berubah menjadi level 3 dari level 4. Karena hal tersebut mendorong aktivitas perekonomian untuk tetap berjalan dan mendorong pemulihan ekonomi kembali ke jalan yang benar.

"Di atas kertas kami meyakini bahwa pelaku pasar dan investor masih akan menaruh hati terhadap pasar obligasi, apalagi kami melihat bahwa ketidakpastian pemulihan ekonomi masih besar. Oleh sebab itu, kehati-hatian akan menjadi poin penting saat ini,” kata Nico.

Nico mengimbau investor bisa memilih obligasi berdurasi jangka pendek. Hal itu penting untuk meredam volatilitas. "Namun tetap sisakan obligasi jangka panjang untuk memaksimalkan keuntungan,” tambahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

Hingga Agustus 2021, Penerimaan Negara Capai 67,5% dari Target APBN

Menurut Menkeu Sri Indriyani hingga akhir Agustus 2021 penerimaan negara telah mencapai 67,5% dari target APBN 2021.

EKONOMI | 23 September 2021

OJK Siapkan Aturan Khusus Insurtech

OJK sedang menyiapkan peraturan terkait insurance technology (insurtech) yang akan mengatur jenis produk dan layanan asuransi.

EKONOMI | 23 September 2021

Agustus, Realisasi Belanja APBN Naik Capai Rp 1.560,8 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan realisasi belanja negara hingga Selasa (31/8/2021) mencapai Rp 1.560,8 triliun atau 56,8% dari pagu Rp 2.750 triliun.

EKONOMI | 23 September 2021

PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU

PLN membuka peluang kerja sama bagi para pelaku usaha untuk ikut membangun 101 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) sepanjang 2021.

EKONOMI | 23 September 2021

Apresiasi Konsumen, TIKI Perpanjang Promo

PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), perusahaan pengiriman logisitik mengapresiasi konsumen dengan beragam program.

EKONOMI | 23 September 2021

Kobe Boga Perkuat Pasar 16 Negara Lewat Produk Baru

PT Kobe Boga Utama, perusahaan di industri makanan seperti saus dan mi, memperkuat pasar di 16 negara tujuan ekspornya dengan berbagai produk baru.

EKONOMI | 23 September 2021

Luhut: PeduliLindungi Bisa Dikembangkan untuk Promosi dan Alat Pembelian Produk UMKM

Diakui, program Bangga Buatan Indonesia dan rangkaian karya kreatif Indonesia (KKI) mampu mendorong produk premium UMKM di Indonesia.

EKONOMI | 23 September 2021

Rupiah Stagnan di Rp 14.242 Saat Mata Uang Asia Menguat

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.240- Rp 14.261 per dolar AS.

EKONOMI | 23 September 2021

Pemegang Saham Setujui Stock Split BCA dengan Rasio 1:5

Stck split diharapkan membuat saham BCA lebih terjangkau investor ritel dan milenial.

EKONOMI | 23 September 2021

Asing Beli Saham Rp 871 Miliar, IHSG Ditutup Naik ke 6.142

IHSG pada penutupan perdagangan sore ini Kamis (23/9/2021) naik 34,4 poin (0,56%) ke level 6.142.

EKONOMI | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Penetrasi Baru 4%, Ini Tantangan Gelar Jaringan Fixed Broadband di Indonesia

Penetrasi Baru 4%, Ini Tantangan Gelar Jaringan Fixed Broadband di Indonesia

DIGITAL | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings