ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BKF Ingatkan Masyarakat Agar Tetap Waspada dengan Covid-19

Jumat, 19 November 2021 | 15:28 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan, meskipun saat ini kasus kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan yang juga menyebar ke berbagai aspek lain seperti ekonomi, masyarakat harus terus waspada terutama menjelang libur natal dan tahun baru (Nataru).

Pada 17 November 2021, tercatat kasus harian Covid-19 sebanyak 522 (375 rata-rata 7 hari/7-Day Moving Average), atau terendah sejak Juni 2020.

Penurunan kasus harian ke level sangat rendah juga diikuti dengan rendahnya kasus aktif, kematian harian, bed occupancy rate (BOR) dan tingkat kasus positif (positive rate).

Per 17 November 2021, kasus aktif berada di level 8.390 atau terendah sejak Mei 2020, kematian harian berada di angka 15 (7DMA), dengan positive rate 0,2% (7DMA) dan jumlah testing di atas 150.000 orang per hari.

ADVERTISEMENT

"Perbaikan signifikan terus terjadi seiring kerja sama seluruh pihak, yaitu masyarakat yang disiplin dengan protokol kesehatan 5M, serta upaya pemerintah dalam mengakselerasi vaksinasi dan melaksanakan 3T. Kewaspadaan harus terus dijaga mengingat gelombang I Covid-19 di Indonesia terjadi pasca libur Nataru," ungkap Febrio Kacaribu dalam keterangan resminya, Jumat (19/11/2021).

Sebagai respons dari kondisi yang semakin terkendali, Febrio mengatakan pemerintah mulai melakukan pelonggaran restriksi. Namun masyarakat diminta tetap waspada menjelang libur Nataru.

Untuk terus menjaga kewaspadaan, pemerintah melakukan beberapa antisipasi dengan tetap mensyaratkan testing maupun vaksinasi untuk berbagai kegiatan.

Meski demikian, kecepatan vaksinasi sedikit melambat di bulan November ke sekitar 1,4 juta dosis per hari (7DMA) setelah di bulan Oktober sempat menyentuh 1,9 juta per hari (7DMA).

"Upaya akselerasi (vaksinasi) akan terus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya lonjakan kasus di periode Nataru. Kita perlu akselerasi kembali agar bisa hidup di tengah pandemi yang diramalkan akan menjadi endemi ini. Vaksinasi harus terus diakselerasi dan didukung dengan kesadaran masyarakat untuk mencapai herd immunity," sambung Febrio.



 

BKF

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon