BKF: Ekonomi Kuartal IV Menunjukkan Penguatan, Inflasi Jadi Perhatian Khusus
Rabu, 29 Desember 2021 | 13:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengungkapkan, di kuartal IV ini, beberapa indikator ekonomi menunjukkan penguatan. Inflasi masih terkendali, tetapi untuk 2022, pemerintah terus memantau imported inflation.
Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Abdurohman mengatakan tren pemulihan ekonomi semakin kuat di kuartal IV. Di sisi lain kinerja pertumbuhan ekonomi tumbuh positif 3,5% (yoy) di kuartal III 2021. Meskipun melambat dibandingkan kuartal II 2021 yang tumbuh 7,1% (yoy). Bahkan secara kuartalan (QtQ) masih mampu tumbuh positif sebesar 1,6%, yang berarti secara volume output kuartal III masih lebih tinggi dibandingkan kuartal II 2021.
"Memasuki kuartal IV 2021, hampir semua indikator dini ekonomi menunjukkan penguatan seiring dengan terus membaiknya situasi pandemi. Dari sisi konsumsi, indeks mobilitas penduduk, indeks penjualan ritel menguat signifkan," tegasnya saat dihubungi Investor Daily.
Di samping itu, sisi produksi untuk prospek penguatan ekonomi juga terlihat pada indeks PMI manufaktur, konsumsi listrik sektor industri dan bisnis, termasuk impor barang modal dan bahan baku penolong yang terus tumbuh tinggi.
Di tengah tekanan inflasi di berbagai negara maju, laju inflasi domestik tetap terkendali pada level 1,75% (yoy) pada November.
Adapun tekanan inflasi global mulai terjadi di AS dan beberapa negara berkembang lainnya, terutama Turki dan Argentina yang sudah double digit.
"Pergerakan inflasi yang relatif terjaga tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk menjaga ketersedian pasokan pangan serta keterjangkauan harga energi domestik," ujarnya.
Meski begitu, untuk tahun 2022, pemerintah terus memantau perkembangan khususnya mempertimbangkan adanya faktor imported inflation terkait tren kenaikan harga komoditas global.
"Laju inflasi diperkirakan akan meningkat, namun tetap berada pada kisaran sasaran inflasi 2022, sebesar 3%±1%," ucapnya.
Meskipun demikian, terdapat beberapa potensi risiko tekanan yang dapat mendorong kenaikan inflasi. Oleh karena itu pemerintah dan Bank Indonesia akan terus berupaya mengendalikan tekanan inflasi, khususnya yang berasal dari bahan pangan pokok dengan menjaga kecukupan ketersediaan bahan pokok.
Dalam hal ini Pemerintah, termasuk BKF merupakan bagian dari Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) yang berperan aktif bersama instansi-instansi terkait untuk merumuskan strategi-strategi guna memperkuat koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah bersama Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi.
"Bauran kebijakan fiskal, moneter dan sektor riil yang tepat membantu pemerintah dalam menjaga dan mengendalikan inflasi nasional," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




