ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bursa Eropa Turun karena Pernyataan Hawkish Fed

Sabtu, 15 Januari 2022 | 05:36 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi
Ilustrasi (AFP)

London, Beritasatu.com— Bursa Eropa ditutup melemah pada Jumat (15/1/2022), mengikuti momentum global karena komentar hawkish pejabat Federal Reserve (the Fed) memunculkan kembali ekspektasi pengetatan kebijakan segera terjadi. Hawkish sering diterjemahkan dengan sikap agresif yang ditunjukkan kenaikan suku bunga.

Pan-European Stoxx 600 ditutup melemah sekitar 1%, dengan saham ritel anjlok 2,3% memimpin penurunan karena hampir semua sektor dan bursa utama di wilayah negatif.

Baca Juga: Bursa Eropa Dibuka Turun Setelah Inflasi AS Melonjak

Dalam pergerakan harga saham, utilitas milik negara Prancis EDF jatuh 14% setelah diperintahkan pemerintah untuk menjual lebih banyak tenaga nuklir murahnya kepada saingan yang lebih kecil guna menekan kenaikan harga listrik. Perusahaan kemudian memangkas panduan pendapatannya.

ADVERTISEMENT

Di bagian atas indeks blue chip Eropa, Countryside Properties Inggris naik 8% karena investor melakukan aksi beli saat turun (buy on weakness) menyusul aksi jual 21% saham pada Kamis.

Beberapa pembuat kebijakan Federal Reserve pada Kamis mengisyaratkan akan mulai menaikkan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada Maret, di tengah inflasi saat ini 7%, atau naik tercepat dalam hampir 40 tahun di Desember.

Ekspektasi kenaikan suku bunga menyebabkan pasar global fluktuatif di awal 2022.

Baca Juga: Bursa Asia Dibuka Melemah, Investor Tunggu Neraca Dagang Tiongkok

Investor juga mengamati situasi geopolitik di Ukraina setelah Rusia mengabaikan pembicaraan dengan anggota NATO. Gagalnya negosiasi mendorong pejabat diplomatik AS Michael Carpenter mengatakan bahwa "dentuman genderang perang terdengar keras."

Dalam berita perusahaan, grup perangkat lunak Jerman SAP pada Kamis melaporkan pendapatan kuartal empat melonjak 28% ditopang bisnis komputasi awan.

Di sisi data, ekonomi Inggris tumbuh 0,9% pada November, Kantor Statistik Nasional mengumumkan Jumat, jauh melampaui ekspektasi. Produk domestik bruto (PDB) negeri itu berada di atas tingkat pra-pandemi untuk pertama kalinya.

Sementara ekonomi Jerman tumbuh 2,7% pada 2021 setelah terjun 4,6% pada 2020, data baru menunjukkan Jumat, karena kekurangan semikonduktor menghantam sektor otomotif dan langkah pembatasan Covid-19 memperlambat pemulihan ekonomi terbesar Eropa.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Emas Berpeluang Naik Ditopang Bejibun Sentimen Global

Harga Emas Berpeluang Naik Ditopang Bejibun Sentimen Global

EKONOMI
Rupiah Kembali Ditutup Melemah ke Rp 17.382 Tertekan 2 Sentimen

Rupiah Kembali Ditutup Melemah ke Rp 17.382 Tertekan 2 Sentimen

EKONOMI
Rupiah Sentuh Level Terburuk, Ekonom Minta BI Lebih Hawkish

Rupiah Sentuh Level Terburuk, Ekonom Minta BI Lebih Hawkish

EKONOMI
The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

The Fed Tahan Suku Bunga, Dunia Bersiap Hadapi Volatilitas Baru

EKONOMI
Penahanan Suku Bunga The Fed Picu Volatilitas Global

Penahanan Suku Bunga The Fed Picu Volatilitas Global

EKONOMI
Bursa Asia Melemah Tertekan Lonjakan Minyak dan Sikap The Fed

Bursa Asia Melemah Tertekan Lonjakan Minyak dan Sikap The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon