ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menperin: Ekspansi PT Smelting Dukung Hilirisasi Tembaga

Minggu, 20 Februari 2022 | 18:21 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Groundbreaking perluasan pabrik PT Smelting di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, 19 Februari 2022.
Groundbreaking perluasan pabrik PT Smelting di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, 19 Februari 2022. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Smelting yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur berkomitmen untuk terus melakukan upaya hilirisasi dengan meningkatkan kembali kapasitas produksi smelter tembaga hingga 30%. Dengan demikian, kapasitasnya produksinya akan meningkat dari 300.000 ton menjadi 342.000 ton katoda tembaga per tahun.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Komersial PT Smelting Irjuniawan P Radjamin menyampaikan, proyek ekspansi kali ini juga untuk menambah pabrik asam sulfat baru. Selain itu menaikkan kapasitas beberapa peralatan di smelter dan menambah jumlah sel elektrolisa di refinery.

"PT Smelting berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap negeri kita tercinta. Dengan peningkatan kapasitas produksi ini, tentu akan makin mengokohkan Indonesia sebagai salah satu produsen tembaga dunia," kata Irjuniawan dalam keterangan resminya, Minggu (20/2/2022).

Baca Juga: Investasi Rp 3,2 Triliun, PT Smelting Tambah Kapasitas Produksi 30%

ADVERTISEMENT

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita juga memberikan apresiasi kepada upaya hilirisasi yang dilakukan PT Smelting dengan meningkatkan kembali kapasitas produksi smelter tembaga hingga 30%.

"Kami mendapat laporan, investasi dari ekspansinya kali ini mencapai US$ 231 juta, dan ditargetkan pembangunannya selesai sebelum akhir Desember 2023," ungkap Agus Gumiwang

Menperin menyampaikan, ekspansi PT Smelting telah dilakukan sebanyak empat kali dalam rangka peningkatan kapasitas produksi. Tahap pertama, kapasitas produksi katoda tembaga dari PT Smelting sebesar 200.000 ton per tahun.

Baca Juga: Airlangga Sebut Smelter Freeport Bukti Sejarah Hilirisasi Industri

Pada tahun 1999, ekspansi pertama dilakukan dengan menambah kapasitas produksi katoda tembaga menjadi 255.000 ton per tahun. Berikutnya, tahun 2001 ditingkatkan lagi menjadi 270.000 ton. Ekspansi ketiga pada 2009, menambah kapasitas jadi 300.000 ton per tahun.

Selama ini, PT Smelting mengolah konsentrat tembaga hasil tambang PT Freeport Indonesia di Papua. PT Smelting mempunyai tiga pabrik, terdiri dari pabrik peleburan (smelter), pabrik pemurnian (refinery) dan pabrik asam sulfat.

"PT Smelting yang didirikan sejak tahun 1996 di Gresik ini, menjadi pembangunan refinery mineral yang pertama di Indonesia. Dengan ekspansi ini, PT Smelting juga menjadi pabrik smelter tembaga yang pertama dan satu-satunya di Indonesia," papar Agus.

Baca Juga: Jokowi: Indonesia Masuk Tujuh Negara Cadangan Tembaga Terbesar Dunia

Melalui pembangunan pabrik baru PT Smelting ini, yang semula hanya mengolah 1 juta ton konsentrat tembaga per tahun, akan meningkat kapasitasnya menjadi 1,3 juta ton konsentrat per tahun.

"Dengan kontribusi dari perusahaan refinery lainnya yang memiliki kapasitas serapan konsentrat 2 juta ton, maka di Gresik ini akan menghasilkan total serapan konsentrat 3,3 juta ton. Artinya, Gresik ini akan menjadi wilayah sentra hilirisasi tembaga," imbuhnya.

Menperin optimistis upaya hilirisasi tembaga ini bakal prospektif ke depannya seiring dengan adanya pengembangan sumber energi terbarukan, kendaraan listrik, dan solar panel.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon