ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PKRI Proyeksikan Penerbitan Obligasi Tahun 2022 Naik 20%

Kamis, 17 Maret 2022 | 16:43 WIB
MF
FB
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: FMB
Ilustrasi Obligasi.
Ilustrasi Obligasi. (Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pemeringkat Kredit Indonesia (PKRI) memproyeksikan penerbitan obligasi pada tahun ini dapat meningkat 20% dibanding tahun lalu pada kisaran Rp 100 triliun. Peningkatan emisi ditopang oleh pemulihan perekonomian yang sedang berjalan.

Presiden Direktur Pemeringkat Kredit Indonesia Eddy Handali menjelaskan, perkiraan emisi obligasi pada tahun ini akan didominasi oleh para perusahaan-perusahaan besar dengan keperluan ekspansi. Hal itu juga berlaku bagi para perusahaan penerbit second tier yang jadi target pasar dari PKRI.

Sejauh ini, PKRI sendiri sudah memegang 10 mandat pemeringkatan emisi obligasi yang masih dalam proses dan didominasi oleh korporasi. Sebagian besar perusahaan yang menerbitkan obligasi berkisar pada Rp 100 miliar sampai dengan Rp 200 miliar yang rencananya akan digunakan untuk ekspansi.

"Apabila dilihat dari sejarahnya, emisi obligasi cenderung meningkat tiap tahun. Ini juga seiring dengan peningkatan kemampuan investor Indonesia," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Sejak Awal 2022, Obligasi dan Sukuk di BEI Rp 23,07 Triliun

Sektor yang sudah masuk dalam pipeline PKRI yakni sektor perkebunan, telekomunikasi, ritel, multi finansial, kemudian sisanya dari sektor perdagangan maupun pertambangan.

Untuk diketahui, Pemeringkat Kredit Indonesia merupakan pemain baru dalam dunia pemeringkat efek, dalam industri ini kompetitornya adalah PT Pemeringkat Efek Indonesia atau yang biasa dikenal dengan Pefindo, Fitch Rating Indonesia dan beberapa pemeringkat lainya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon