2021 Aset BPR Tumbuh 8,6%, BPRS Naik 14,2%
Selasa, 29 Maret 2022 | 06:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) sepanjang 2021 atau selama pandemi Covid-19 tetap tumbuh.
"Pada tahun 2021, aset industri BPR tumbuh sebesar 8,62% dan BPRS naik 14,16%," kata Ketua Umum Perhimpunam Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Joko Suyanto dalam rapat kerja nasional (rakernas) BPR-BPRS seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya Selasa (29/3/2022).
Baca Juga: Perbarindo Galang Bantuan Insan BPR untuk Korban Semeru
Sedangkan kredit yang disalurkan BPR sepanjang 2021 tumbuh sebesar 5,24%, sementara BPRS naik 12,20%. Adapun dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk tabungan tumbuh 9,47% (BPR) dan BPRS 15,60%. Sedangkan deposito tumbuh sebesar 10,56% (BPR) dan 19,34% (BPRS).
Joko mengatakan industri BPR dan BPRS tengah menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19. Selain itu, perkembangan bisnis yang dinamis mendorong berbagai pelaku lembaga jasa keuangan baik bank maupun non-bank, sangat ekspansif menyasar target selama ini menjadi pangsa pasar BPR – BPRS. "Kondisi ini tetntunya mendorong persaingan usaha yang semakin kompetitif, antara BPR – BPRS dengan pelaku usaha jasa keuangan," kata dia.
Dalam rakerrnas Joko juga menyampaikan beberapa harapan antara lain regulator agar bisa menciptakan iklim usaha yang lebih adaptif, dinamis, dan memberikan ruang bagi BPR dan BPRS untuk tumbuh sesuai karakteristiknya dengan tetap mengimplementasikan pengembangan teknologi terkini. "BPR dan BPRS juga siap bersinergi dengan pemerintah, untuk menjadi garda terdepan menyukseskan program penyaluran bantuan kepada masyarakat," kata dia.
Baca Juga: Perbarindo Menatap Optimistis Industri BPR-BPRS Tahun 2022
Perbarindo juga mendorong BPR dan BPRS segera melakukan inovasi digital sejalan dengan disrupsi atau perubahan teknologi. Pandemi telah mendorong preferensi masyarakat menggunakan transaksi digital. Untuk menjawab hal tersebut, Perbarindo bersama dengan PT Finnet Indonesia telah merampung produk co-branding dengan nama Finpay Money – BPR e-cash. Produk ini merupakan uang elektronik yang memberi kemudahan transaksi serta dilengkapi QRIS.
Selain layanan di atas, Perbarindo dengan Telkom Sigma telah mengembangkan produk BPR Digi, yakni layanan digital berbasis rekening (number of account) yang memberikan kemudahan akses informasi dan berbagai layanan transaksi kepada nasabah BPR. Sinergi lainnya yang terus dilakukan yaitu kerja sama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dalam optimalisasi layanan perbankan kepada masyarakat. Perbarindo juga menggandeng Pefindo Biro Kredit untuk layanan pemanfaatan data Informasi perkreditan bagi BPR-BPRS.
Sementara acara rakernas kali ini dilaksanakan secara hybrid melibatkan peserta yang hadir secara luring dan daring. Kegiatan ini diikuti hampir seluruh pelaku industri BPR dan BPRS di Indonesia. Peserta yang hadir secara langsung adalah pengurus dewan pimpinan pusat (DPP) dan dewan pimpinan daerah (DPD) Perbarindo seluruh Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




