Harga Batu Bara Topang Kenaikan Pendapatan Kobexindo 134%
Senin, 4 April 2022 | 20:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com– PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) sepanjang 2021 membukukan pertumbuhan pendapatan 134% mencapai US$ 119,32 juta dibandingkan tahun 2020 yaitu US$ 50,97 juta didukung beberapa segmen. Meroketnya harga batu bara dan mineral menjadi pemicu kenaikan emiten alat berat ini.
"Penjualan alat berat yang terdiri segmen pertambangan dan nontambang menjadi kontributor terbesar. Segmen tersebut meraih penjualan sebesar US$ 89,99 juta atau 75,42% dari total pendapatan secara konsolidasi," ungkap Direktur Utama PT Kobexindo Tractors Tbk Andry B Limawa, dalam keterangan resmi, Senin (4/4/2022).
Baca Juga: Penjualan Alat Berat Kobexindo Melonjak 365%
Andry menambahkan kontribusi positif lainnya juga dibukukan keempat segmen lain seperti penjualan suku cadang, perbaikan dan kontraktor pertambangan, sewa alat berat, serta sewa bangunan.
Segmen suku cadang membukukan US$ 16,09 juta atau setara kontribusi 13,48% terhadap pendapatan. Kemudian, segmen jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan sepanjang 2021 membukukan pendapatan US$ 7,70 juta atau setara 6,46% terhadap total pendapatan. Sedangkan segmen sewa alat berat tercatat US$ 4,84 juta atau setara 4,05%, serta sewa bangunan tercatat US$ 701.000 atau setara 0,59% terhadap pendapatan secara konsolidasi.
Di sisi lain untuk memperkuat struktur dan portofolio pendapatan, pada 2021 KOBX telah melakukan penambahan lini usaha yakni penjualan, perbaikan, dan penjualan suku cadang heavy duty truck Mercedes-Benz, serta kontraktor pertambangan.
Laba kotor berhasil dibukukan US$ 22,38 juta naik 167% dibandingkan pendapatan pada 2020 lalu yaitu sebesar US$ 8,38 juta.
Baca Juga: Ditopang Pendapatan, Rugi Kobexindo Berubah Jadi Laba US$ 4,68 Juta
Pada akhir 2021, KOBX berhasil membalikkan kerugian laba usaha tahun 2020 dari minus US$ 5,97 juta menjadi US$ 16,41 juta. Nilai tersebut diperoleh setelah mengurangi beban-beban dan mendapat tambahan dari pendapatan operasi lainnya.
Laba sebelum pajak juga turut tumbuh dari minus US$ 9,65 juta menjadi US$13,78 juta. Pertumbuhan ini mendorong perolehan laba yang dapat dialokasikan kepada pemilik induk sebesar US$ 13,52 juta, setelah tahun 2020 lalu mengalami rugi US$ 10,46 juta.
"Hingga akhir tahun 2021, KOBX berhasil meningkatkan posisi kas dan setara kas menjadi US$ 4,68 juta dari US$ 1,71 juta pada 2020. Sedangkan total aset meningkat 2,64% menjadi US$ 116,53 juta. Sehingga memberikan fundamental yang solid untuk meneruskan pertumbuhan berkelanjutan di 2022." jelas Andry.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




