Diusulkan Terima PMN Rp 3 Triliun
IndonesiaRe Didorong Jadi Pemain Global Atasi Defisit Neraca
Rabu, 8 Juni 2022 | 09:37 WIB
"Setiap negara itu berbeda (setiap) bisnis yang profitable, jadi nanti kita melihat dari aspek risikonya. Karena setiap lini bisnis belum tentu punya risiko sama di masing-masing negara. Yang pasti, kita fokus pada bisnis yang profitable, yang ada diluar sana," kata dia.
Dia menambahkan bahwa IndonesiaRe sebelumnya memang memiliki portofolio asuransi kredit. Tapi kini perseroan telah menghentikan produksi premi dari lini tersebut. "Saat ini sedang dilakukan studi untuk bisa melakukan penutupan atau pertanggungan ulang asuransi kredit dengan lebih baik," ucap Benny.
Mengacu laporan keuangan konsolidasi IndonesiaRe tahun 2021, total aset mencapai Rp 11,12 triliun atau naik 6,03% year on year (yoy). Sedangkan liabilitas meningkat 17,61% (yoy) menjadi Rp 7,86 triliun, dipengaruhi peningkatan pada pos utang klaim, utang reasuransi, dan cadangan teknis. Alhasil ekuitas menurun 19,71% (yoy) menjadi Rp 2,75 triliun. RBC menurun menjadi sebesar 145,38% pada akhir 2021, dibandingkan tahun 2020 sebesar 214,90%.
Baca Juga: Januari, Laba Reasuransi Melesat 600%
Dari sisi bisnis, perusahaan reasuransi pelat merah ini berhasil membukukan premi bruto sebesar Rp 5,12 triliun, turun 1,18% (yoy) pada tahun 2021. Sementara klaim bruto dicatatkan sebesar Rp 4,40 triliun, naik 6,47% (yoy). Hasil underwriting dibukukan negatif Rp 343,00 miliar.
Selanjutnya, perseroan berhasil membukukan hasil investasi sebesar Rp 318,83 miliar, tapi susut 4,55% (yoy). Dengan beban usaha yang relatif meningkat, IndonesiaRe pada 2021 mencatatkan rugi bersih 517,85 miliar, berbalik dari pencapaian tahun 2020 dengan laba bersih sebesar Rp 104,5 miliar
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




