ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Diusulkan Terima PMN Rp 3 Triliun

IndonesiaRe Didorong Jadi Pemain Global Atasi Defisit Neraca

Rabu, 8 Juni 2022 | 09:37 WIB
PA
WP
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: WBP
Ilustrasi asuransi.
Ilustrasi asuransi. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com- PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau IndonesiaRe diusulkan menerima penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 3 triliun pada tahun 2023, guna menambah ekuitas sebagai syarat meraih peringkat internasional. Perseroan didorong merambah pasar global sekaligus mengatasi defisit neraca berjalan di sektor reasuransi nasional.

Usul PMN tahun 2023 kepada IndonesiaRe itu disampaikan Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (7/6/2022). Melalui paparannya, dia menyampaikan, dibutuhkan PMN sebesar Rp 3 triliun untuk IndonesiaRe dalam rangka perbaikan tingkat kesehatan. Sehingga perusahaan bisa mendapatkan peringkat internasional guna menguatkan bisnis perusahaan.

"Perlu adanya tambahan permodalan untuk meningkatkan kapasitas maupun men-cover klaim pressure yang tinggi karena Covid-19 dan karena peningkatan klaim di asuransi kredit," kata Tiko, sapaan akrabnya di hadapan Komisi VI DPR.

Dihubungi Investor Daily, Direktur Utama IndonesiaRe Benny Waworuntu pun menegaskan bahwa usul PMN diperuntukkan sebagai penguatan kapasitas modal guna meraih peringkat (rating) internasional. Dengan begitu, perseroan dapat menjadi pemain reasuransi global.

ADVERTISEMENT

"Kenapa kita ingin menjadi pemain internasional? Karena kita ingin membawa premi dari luar, masuk ke Indonesia. Hal itu diperlukan karena sekarang ini ada defisit neraca berjalan atau capital outflow. Sekarang ini premi yang dibayarkan reasuransi keluar itu lebih besar daripada premi yang masuk, sehingga terjadi defisit," jelas Benny.

Dia mengungkapkan, saat ini industri reasuransi nasional tidak bisa membatasi premi keluar negeri. Setidaknya ada tiga sebab yakni ketidaksesuaian dengan manajemen risiko maupun karena konsentrasi risiko, bertentangan dengan perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA), dan perseroan sendiri belum terlalu siap menampung semua risiko yang ada di dalam negeri.

"Jadi salah satu cara untuk memperkecil defisit neraca berjalan adalah dengan kita ikut bermain di luar, mengambil risiko-risiko yang profitable, lalu kita bawa ke dalam negeri untuk menambah pemasukkan di dalam negeri. Jadi memang tujuan dari PMN itu adalah untuk mendapatkan rating internasional," jelas Benny.

Baca Juga: Kerja Sama Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, PNM Gandeng IndonesiaRE

Besaran PMN sebesar Rp 3 triliun tidak asal muncul. Benny menerangkan, posisi ekuitas IndonesiaRe saat ini sebesar Rp 2,6 triliun, diprediksi setidaknya menjadi Rp 5,6 triliun jika PMN disetujui dan diterima. Nilai itu juga akan mendongkrak tingkat solvabilitas (risk based capital/RBC) perusahaan dari saat ini di level 145% menjadi 250-300%.

"Untuk bisa mendapatkan rating internasional dengan cukup kredibel kita butuh penambahan modal sekitar Rp 3 triliun. Kalau mau menjadi pemain internasional kan butuh rating, salah satu syarat mendapatkan itu ada minimal ekuitas dan lainnya. Setelah kita hitung, kebutuhan (tambahan) ekuitas kita adalah Rp 3 triliun," beber Benny.

Dia mengungkapkan, nantinya IndonesiaRe hanya akan menggarap lini bisnis yang dinilai profitable, namun tidak fokus pada lini tertentu atau negara tertentu. Penilaian (assessment) atas lini bisnis reasuransi akan diukur sedemikian rupa sesuai dengan tingkat risiko jenis pertanggungan di masing-masing negara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon