ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertamina Kapalkan Kargo Perdana Propylene dari ROPP Balongan

Rabu, 30 Januari 2013 | 18:35 WIB
IS
B
Penulis: Investor Daily/ EME/ SIT | Editor: B1
Kilang minyak  Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat. FOTO : M Agung Rajasa/ANTARA
Kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat. FOTO : M Agung Rajasa/ANTARA
Kapasitas produksi propylene di ROPP Balongan mencapai 179 ribu ton per tahun.


Jakarta -
PT Pertamina (Persero) mengapalkan kargo perdana propylene sebanyak 1.500 ton ke pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri). Propylene tersebut merupakan hasil produksi dari Kilang ROPP Balongan.

Direktur Pengolahan Pertamina, Chrisna Damayanto mengatakan, RCC Off Gas to Propylene Project (ROPP) di Kilang Balongan Indramayu, Jawa Barat (Jabar), memanfaatkan gas buang yang dihasilkan residue catalytic cracking (RCC) menjadi propylene yang bernilai tambah tinggi. Kilang ROPP Balongan mulai beroperasi pada 14 Januari 2013.

Chrisna menambahkan, ROPP Balongan dibangun dengan investasi sekitar US$387 juta. Kapasitas produksi propylene di ROPP Balongan mencapai 179 ribu ton per tahun.

"Produksi ROPP Balongan berkontribusi mengurangi impor propylene, menyusul kebutuhan yang semakin meningkat. Ke depan, diharapkan bisa menjadi milestone bagi kebangkitan kedua industri petrokimia nasional," kata Chrisna, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (30/1).

Pertamina sendiri menargetkan penguasaan pasar petrokimia nasional hingga 80% pada 2025, yakni melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional. Sebelumnya, Pertamina menandatangani nota kesepahaman dengan Chandra Asri, yang menandai penyusunan kesepakatan akhir untuk membentuk perusahaan joint venture, yakni untuk mendirikan pabrik polypropylene berkapasitas 250 ribu ton per tahun di RU VI Pertamina, Balongan, pada 2014.

"Pertamina menargetkan penguasaan pangsa pasar petrokimia nasional sebesar 30% pada 2017. Saat ini, pangsa pasar Pertamina baru sekitar 10%," ujar VP Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon