ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelaku Usaha Mulai Khawatirkan Efek Pelemahan Rupiah

Senin, 25 Juli 2022 | 17:08 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Ketua Komite Perpajakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Siddhi Widyaprathama dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk
Ketua Komite Perpajakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Siddhi Widyaprathama dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Pemulihan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global", 25 Juli 2022. (Beritasatu Photo/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaku usaha mulai mengkhawatirkan efek depresiasi atau pelemahan rupiah yang saat ini tengah terjadi, meskipun penurunannya masih lebih kecil dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asean. Apalagi jika depresiasi rupiah ini berlangsung lama.

Hal ini disampaikan Ketua Komite Perpajakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Siddhi Widyaprathama dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Pemulihan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global", Senin (25/7/2022).

"Di satu sisi, kita masih bersyukur bahwa pelemahan rupiah masih ter-manage dibandingkan mata uang negara tetangga, pelemahannya masih terukur. Namun, tentu pengusaha juga memiliki kekhawatiran apabila pelemahan ini terus terjadi," kata Siddhi.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Tidak Pengaruhi Inflasi

ADVERTISEMENT

Siddhi menyampaikan, dampak pelemahan rupiah akan dirasakan oleh sektor manufaktur atau produksi yang memiliki ketergantungan pada bahan baku impor.

Namun, Siddhi juga mengapresiasi yang telah dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia (BI), salah satunya dengan tetap mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,50%.

"Ini adalah hal yang cukup baik, tinggal bagaimana ke depannya pemerintah, semua pelaku dan stakeholder bisa bersama-sama menjaga situasi ini tetap stabil. Sebetulnya yang paling diinginkan dunia usaha itu stabilitas, sehingga tidak terjadi volatilitas yang tinggi dan semua bisa diprediksi menjadi lebih baik," kata Siddhi.

Baca Juga: BI : Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara

Terkait reformasi perpajakan yang dilakukan pemerintah Indonesia, Siddi juga mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Pajak yang saat ini tengah mempersiapkan untuk menuju ke arah compliance risk management.

"Ini adalah satu hal yang sangat baik, digitalisasi sistem administrasi perpajakan, sehingga pemerintah bisa meng-capture apabila ada wajib pajak atau ada sektor-sektor usaha yang katakanlah saat ini mengalami windfall profit, tetapi tentu tidak serta merta sektor itu menjadi misalnya tumpuan atau harapan. Tetapi mungkin ke depannya kita harus memperbaiki atau meningkatkan terus basis pajak atau subjek pajaknya sendiri," kata Siddhi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Rumah Sekunder Tetap Naik meski Rupiah Masih Melemah

Harga Rumah Sekunder Tetap Naik meski Rupiah Masih Melemah

EKONOMI
Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

EKONOMI
Rupiah Melemah, Biaya Produksi Membengkak Hingga Subsidi APBN Tertekan

Rupiah Melemah, Biaya Produksi Membengkak Hingga Subsidi APBN Tertekan

MULTIMEDIA
Apindo: Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata ke Dunia Usaha

Apindo: Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata ke Dunia Usaha

EKONOMI
BI Sebut Pelemahan Rupiah Sejalan dengan Negara Emerging Market

BI Sebut Pelemahan Rupiah Sejalan dengan Negara Emerging Market

EKONOMI
Rupiah Senin 9 Maret Rontok 24 Poin ke Rp 16.949 Imbas Harga Minyak

Rupiah Senin 9 Maret Rontok 24 Poin ke Rp 16.949 Imbas Harga Minyak

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon