Rumah Tapak dan Apartemen Laris, Pendapatan LPCK Naik 16,9%
Senin, 8 Agustus 2022 | 21:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) sepanjang semester I 2022 catat kinerja apik dengan membukukan peningkatan pendapatan sebesar 16,9% menjadi Rp 765 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 655 miliar. Segmen rumah tapak dan apartemen mendominasi pertumbuhan tersebut.
Dalam laporan keuangan terungkap, bahwa segmen rumah tapak menyumbang Rp 394 miliar, atau meningkat dua kali lipat dibanding akhir Juni 2021 lalu Rp 189 miliar. Dengan demikian apabila digabungkan dengan penjualan apartemen totalnya mencapai Rp 466 miliar atau berkontribusi 60,9% dari total pendapatan perseroan pada periode ini.
Sementara pendapatan dari penjualan tanah di kawasan industri mencapai Rp 83 miliar, yang berkontribusi sebesar 10,9% dari total pendapatan perseroan. Rincian lainnya yakni pendapatan dari pengelolaan kota sebesar Rp 179 miliar, juga bertumbuh 11,3% dari Rp 161 miliar. Perseroan juga mengantongi pendapatan dari sewa dan lainya Rp 29 miliar.
Baca Juga: LPCK Diuntungkan Pertumbuhan Kawasan Industri Cikarang
Adapun laba kotor yang diperoleh LPCK pada akhir Juni 2022 meningkat 29,8% menjadi Rp 383 miliar dari Rp 295 miliar pada akhir Juni 2021. Laba kotor dari hunian rumah tapak dan apartemen meningkat 37,7% menjadi Rp 221 miliar.
CEO Lippo Cikarang Rudy Halim menjelaskan, margin laba kotor meningkat dari 45% dari semester pertama 2021 menjadi 50% pada semester pertama 2022, sejalan dengan perubahan portofolio produk yang lebih menguntungkan.
"Terlihat dari kontribusi yang lebih tinggi dari penjualan hunian rumah tapak," jelas Rudy Halim dalam keterangan resmi, Senin (8/8/2022).
Baca Juga: Prapenjualan Lippo Cikarang Berimbas Positif pada Lippo Karawaci
Lebih lanjut, pada periode yang sama LPCK membukukan beban operasional sebesar Rp 129 miliar di semester pertama 2022, lebih rendah 5,1% jika dibandingkan semester pertama tahun lalu. Kemudian, perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp 266 miliar di periode yang sama, meningkat 52% secara tahunan dari Rp 175 miliar.
"Peningkatan EBITDA pada periode ini sejalan dengan peningkatan pendapatan dan laba kotor serta penurunan beban operasional," ujarnya.

Tampilan tiap bangunan rumah dari Waterfront Lippo Cikarang, Minggu (1/11/2020).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




