Pahami Kebutuhan Sebelum Membeli Produk Asuransi Yang Paling Tepat
Senin, 26 September 2022 | 15:43 WIB
Jakarta, BeritaSatu.com – Salah satu sebab terjadi perselisihan antara pemegang polis (nasabah) dengan perusahaan asuransi adalah tidak paham atas produk asuransi yang dibeli. Ketidakpahaman ini bisa saja akibat minimnya literasi mengenai produk tersebut, atau kurang cermat dalam membaca dan mempelajari kontrak asuransi yang tertuang dalam isi polis. Seringkali pula faktor tenaga pemasar yang kurang komprehensif dalam memberikan penjelasan.
Nah, sebelum memutuskan membeli suatu produk asuransi jiwa ada hal-hal yang mesti dipahami dulu oleh masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahan memilih sehingga muncul kerugian atau manfaat yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Secara umum ada empat jenis asuransi yang saat ini dipasarkan, dengan manfaat dan keunggulan yang berbeda-beda. Agar tidak keliru ada baiknya masyarakat memahami perbedaan masing-masing produk dan sesuaikan dengan kebutuhan perlindungan yang diinginkan.
1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life), jenis kontrak asuransi jiwa ini memberikan perlindungan jika terjadi kematian selama masa pertanggungan berlaku. Sesuai namanya, jangka waktu yang dapat diberikan sesuai dengan pilihan yang dikehendaki, ada yang 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan seterusnya. Produk ini tidak ada unsur investasinya sehingga premi yang dibayarkan sepenuhnya untuk memberikan perlindungan bagi pemegang polis.
2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life)
Polis Asuransi Jiwa Seumur Hidup memberikan pembayaran tunai sejumlah pertanggungan atas kematian dengan tidak memperhatikan kapan kematian terjadi. Manfaat kematian dibayarkan sekaligus (lump sum). Jika tertanggung tidak mengalami risiko meninggal dunia hingga masa pertanggungan Polis Asuransi Jiwa Seumur Hidup ini berakhir, maka tertanggung akan menerima sejumlah dana, disebut dengan Nilai Tunai yang biasanya sama besar dengan Uang Pertanggungan yang dipilih.
Karena Polis Asuransi Jiwa Seumur Hidup memiliki Nilai Tunai, maka pemegang polis mendapatkan kesempatan (selama masa pertanggungan dan polis sudah memiliki Nilai Tunai) untuk melakukan pinjaman terhadap Nilai Tunai pada Polis tersebut dengan jumlah terbatas dan harus dikembalikan bersama dengan pinalti bunga. Namun, terdapat pengurangan dari nilai tunai bruto ketika klaim kematian dibayarkan
3. Asuransi Jiwa Dwi Guna (Endowment)
Jenis asuransi jiwa ini punya unsur saving, selain akan membayarkan uang pertanggungan pada ahli waris saat tertanggung meninggal dunia, polis asuransi jenis Dwi Guna ini pun membayarkan sejumlah nilai tunai sesuai jumlah yang besarnya sama dengan Uang Pertanggungan di akhir masa pertanggungan bila tertanggung masih hidup.
4. Asuransi Jiwa Unit Link
Produk ini memiliki dua manfaat yaitu memberikan proteksi asuransi jiwa dan nilai investasi yang nilainya bervariasi bergantung nilai aset yang ditempatkan. Keunggulan dari Asuransi Jiwa Unit Link adalah tertanggung tidak hanya mendapatkan jaminan perlindungan saja melainkan juga potensi imbal hasil investasi. Kekurangannya, imbal hasil investasi tidak signifikan bila dibandingkan dengan investasi murni. Uang pertanggungan yang akan diberikan terbilang lebih rendah terutama bila kinerja investasinya sedang turun atau imbal hasilnya rendah bahkan sedang anjlok seperti halnya saat terjadi krisis yang lalu.
Namun demikian, produk ini cocok untuk masyarakat yang menginginkan perlindungan asuransi dan ingin berinvestasi namun tidak paham tentang investasi. Unit link dapat pula dijadikan bagian untuk mempersiapkan rencana pendidikan anak atau dana pensiun.
Mana produk yang paling tepat untuk Anda?
Pertama yang harus dipahami, perlindungan asuransi dibutuhkan oleh siapapun yang memiliki nilai ekonomi seperti, para pencari nafkah keluarga, pekerja dengan risiko pekerjaan yang tinggi, debitur yang punya pinjaman ke lembaga keuangan, juga mereka yang memiliki hobby berisiko.
Apabila seseorang mengalami suatu risiko dia akan kehilangan potensi pendapatan yang semestinya dia peroleh. Melalui skema asuransi jiwa, potensi kehilangan tersebut akan digantikan oleh perusahaan asuransi jiwa sehingga nilai ekonomi dari orang tersebut akan terjaga.
Mana produk asuransi jiwa yang paling tepat? Tentu amat bergantung dari tujuan keuangan seseorang atau keluarga. Prioritaskan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan, misalnya seserorang yang memiliki pekerjaan berisiko tinggi tentu lebih tepat memilih asuransi jiwa atau asuransi kecelakaan diri dibandingkan dengan membeli unit link. Sementara bagi mereka yang memiliki risiko rendah dan terbilang cukup baik secara kesehatan, bisa memilih asuransi dwi guna dengan harapan saat polis jatuh tempo dan kondisi masih hidup serta sehat, dapat menerima nilai tunai. Namun bagi mereka yang menghendaki proteksi asuransi jiwa sekaligus ingin berinvestasi maka dapat memilih produk asuransi jiwa unit link. Dalam menentukan pilihan, pastikan telah mengerti dan memahami setiap manfaat dan ketentuan yang ada dalam produk tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




