ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

25 Finalis Siap Bersaing di Ajang Dare To Be The Next Superpreneur

Kamis, 29 September 2022 | 20:44 WIB
CF
IC
Penulis: Chairul Fikri | Editor: CAH
Sammy Bramantyo yang merupakan bassist grup band Seringai.
Sammy Bramantyo yang merupakan bassist grup band Seringai. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 25 finalis yang merupakan enterpreuner muda terbaik dari berbagai daerah di Indonesia siap bersaing di ajang Super Adventure Dare To Be The Next Superpreneur yang memperebutkan hadiah total Rp 500 juta. 

Perwakilan Super Adventure, Aloysius Dwiwoko Hertiyono mengatakan secara konsep, seluruh bisnis dari para finalis ini punya potensi yang luar biasa dan kualitasnya pun merata. Menurutnya ada banyak sekali ide-ide inovatif yang muncul.

"Hal-hal seperti ini yang ingin kami angkat dalam Super Adventure Dare To Be The Next Superpreneur, sebagai inspirasi untuk memunculkan lebih banyak entrepreneur muda yang punya jiwa petualang dan local pride yang tinggi. Kami bersyukur untuk ajang ini tahun ini diikuti sekitar 2.000 wirausahawan muda yang setelah kita jaring akan ada 25 orang yang akan masuk ke babak grand final," ungkap Aloysius.

Babak grand final akan digelar 1-2 Oktober 2022 mendatang di Sky Deck Lantai 3 Sarinah, Jakarta Pusat

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut Sammy Bramantyo yang merupakan bassist grup band Seringai yang juga seorang pengusaha di bidang F&B selaku perwakilan tim dewan juri menyatakan bahwa bisnis yang dimiliki oleh para finalis sangat beragam dan potensial untuk dikembangkan dan dikolaborasikan.

"Super Adventure Dare To Be The Next Superpreneur ini ajang yang sangat bagus untuk mengasah kemampuan dan kreativitas generasi muda untuk berwirausaha, sekaligus memberikan mereka bekal yang nyata, yaitu modal usaha. Di grand final mendatang, saya akan berbagi bagaimana tips and trik untuk membangun sebuah brand yang unik dan digemari oleh pangsa pasar yang dituju," ujar Sammy.

Salah satu perwakilan peserta bernama Nurman Farieka yang juga pengusaha clothing & apparels dengan unik yaitu sepatu menggunakan kulit ceker ayam sebagai material utama mengaku sangat termotivasi dan bangga bisa ikut serta dalam ajang ini

"Dengan ikut ajang ini, saya banyak belajar mengatasi masalah ketidakseimbangan antara minimnya distribusi dan pengelolaan limbah maupun sampah secara maksimal, dengan tingginya kebutuhan permintaan bahan bakar yang belum terpenuhi. Saya berharap mampu memberikan dampak yang besar untuk usaha saya tak hanya dari segi ekonomi, tapi juga energi, lingkungan, kesehatan dan dampak sosial dari bisnis yang saya jalankan kedepannya," tandasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon