Right Issue, Garuda Indonesia Berpotensi Raih Rp 14 Triliun
Kamis, 13 Oktober 2022 | 05:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) segera melangsungkan penambahan modal baik dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue maupun melalui private placement. Aksi penggalangan dana ini sehubungan dengan suntikan modal negara sebesar Rp 7,5 triliun.
Pada right issue, Garuda siap melepas sebanyak 68 miliar saham atau setara 268,97% dengan nilai nominal di kisaran Rp 182-210 per per saham. Nilai itu ekuivalen dengan harga pelaksanaan yang dianggap wajar sebesar Rp 196 per saham. Dengan harga pelaksanaan di rentang Rp 182- Rp 210, maskapai penerbangan nasional ini berpotensi meraup dana segar dari right issue sekitar Rp 14 triliun.
Saat dikonfirmasi Investor Daily perihal optimisme perseroan, Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa tunggu saja tanggal mainnya. "Tunggu tanggal mainnya ya," ujar Irfan, Rabu (12/10/2022).
Perihal harga, manajemen Garuda menjelaskan bahwa penetapan harga pelaksanaan yang tertera itu telah mempertimbangkan dari penilai independen atas harga wajar saham Garuda Indonesia.
"Garuda Indonesia menunjuk penilai independen untuk menilai harga wajar saham GIAA dengan menggunakan laporan keuangan perseroan sebagai dasar, dan penilai independen telah menerbitkan laporan penilaian 100% saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk No. 00348/2.0059-02/BS/06/0242/1/X/2022 tanggal 7 Oktober 2022 yang menentukan harga wajar saham perseroan Rp 196 per saham," jelas Manajemen dalam keterangan resmi, Rabu (12/10/2022).
Selain atas dasar penilaian penilai independen, harga pelaksanaan juga mengacu pada keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melalui surat Nomor S-654/MBU/10/2022 tanggal 12 Oktober 2022 yang telah menetapkan harga pelaksanaan baik right issue maupun Obligasi Wajib Konversi (OWK) berada pada rentang Rp 182 -210 per saham.
Soal private placement, Garuda Indonesia akan menerbitkan saham sebanyak 22 miliar saham yang ditujukan untuk konversi utang kreditur senilai Rp 4,2 triliun. Manajemen meyakini, private placement akan mampu memperbaiki struktur permodalan perseroan.
Kendati harga pelaksanaan sudah disebutkan, penetapan harga finalnya masih akan menunggu Peraturan Pemerintah (PP) yang rencananya akan diterbitkan pemerintah pada 11-17 November 2022 mendatang.
Mengingat nilai nominal pada aksi penambahan modal ini di rentang Rp 182-210 per saham alias lebih rendah dari nilai nominal saham yang sudah diterbitkan yakni Rp 459 per saham, maka perseroan akan menerbitkan saham seri c dengan nilai nominal berbeda sesuai ketentuan POJK No. 31/2017 tentang pengeluaran saham dengan nilai nominal berbeda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




