Disney PHK 7.000 Karyawan untuk Penghematan Biaya
Kamis, 9 Februari 2023 | 07:52 WIB
Los Angeles, Beritasatu.com - Walt Disney pada hari Rabu (9/2/2023) mengumumkan restrukturisasi besar-besaran di bawah CEO Bob Iger yang baru saja diangkat kembali, melakukan PHK 7.000 pekerja sebagai bagian dari upaya untuk menghemat biaya sebesar US$ 5,5 miliar dan membuat bisnis streamingnya menguntungkan.
PHK mewakili sekitar 3,6 persen dari tenaga kerja global Disney.
Langkah-langkah tersebut dilakukan, termasuk janji untuk mengembalikan dividen bagi pemegang saham, menjawab beberapa kritik dari investor aktivis Nelson Peltz bahwa Disney terlalu banyak mengeluarkan uang untuk streaming.
Bob Iger mengakui pada hari Rabu bahwa Disney mungkin terlalu agresif dalam semangatnya untuk mendapatkan pelanggan video online karena TV tradisional menurun.
Di bawah rencana untuk memangkas biaya dan mengembalikan kekuasaan ke eksekutif kreatif, perusahaan akan merestrukturisasi menjadi tiga segmen: unit hiburan yang mencakup film, televisi, dan streaming; unit ESPN yang berfokus pada olahraga; dan taman, pengalaman, dan produk Disney.
"Reorganisasi ini akan menghasilkan pendekatan yang lebih hemat biaya dan terkoordinasi untuk operasi kami," kata Iger kepada analis melalui telepon konferensi. "Kami berkomitmen untuk bekerja secara efisien, terutama di lingkungan yang menantang."
Bob Iger mengatakan streaming tetap menjadi prioritas utama Disney.
Dia juga mengatakan akan meminta dewan perusahaan untuk mengembalikan dividen pemegang saham pada akhir 2023. Chief Financial Officer Christine McCarthy mengatakan dividen awal kemungkinan akan menjadi "sebagian kecil" dari tingkat pra-Covid dengan rencana untuk meningkatkannya. waktu.
Peltz, yang sedang mencari kursi di dewan Disney, telah menganjurkan pemulihan dividen pada tahun fiskal 2025.
"Menurut saya, Disney sudah melakukan banyak hal yang diminta Nelson Peltz, meski belum tentu sebagai tanggapan atas tekanan darinya," kata Paul Verna, analis utama di Insider Intelligence.
Disney adalah perusahaan media terbaru yang mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai tanggapan atas perlambatan pertumbuhan pelanggan dan meningkatnya persaingan untuk pemirsa streaming. Disney sebelumnya melaporkan penurunan langganan triwulanan pertamanya untuk unit media streaming Disney+ yang kehilangan lebih dari US$ 1 miliar.
Warner Bros Discovery Inc dan Netflix Inc sebelumnya juga telah melakukan PHK.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




