ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penyelamatan Korban Gempa Turki dan Suriah Berpacu dengan Waktu

Jumat, 10 Februari 2023 | 17:11 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Tim penyelamat tengah berupaya mencari korban di sebuah bangunan yang hancur di Kahramanmaras, Turki, Senin, 6 Februari 2023. 
Tim penyelamat tengah berupaya mencari korban di sebuah bangunan yang hancur di Kahramanmaras, Turki, Senin, 6 Februari 2023.  (AP Photo)

Ankara, Beritasatu.com - Korban meninggal dunia akibat gempa Bumi di Turki dan Suriah terus bertambah dari hari ke hari. Dikutip dari kantor berita Antara, jumlah korban kini sudah melebihi angka 21.700 orang, selain itu gempa Turki juga mencederai sekitar 75.000 orang. Para penyelamat korban gempa Turki berpacu dengan waktu, memasuki hari ke-4 usai gempa dahsyat yang meluluhlantakkan Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) lalu.

Menurut laporan media dalam dan luar Turki, termasuk laman jaringan televisi Sky dari Inggris, hingga Jumat (10/2/2023) siang pukul 13.30 WIB, sudah 21.719 nyawa manusia direnggut oleh gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 7,8 dan berpusat di Turki tenggara itu.

Tak semuanya di Turki, karena di Suriah yang berbatasan dengan Turki dan berdekatan dengan jalur Sesar Anatolia Timur yang memicu gempa itu, korban tewas juga terus bertambah.

ADVERTISEMENT

Menurut Badan Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan Turki (AFAD), sampai Jumat pagi waktu setempat, jumlah korban tewas sudah 18.342 orang.

Gempa kali ini lebih mematikan ketimbang gempa lainnya di Turki pada 1999, yang saat itu dipicu oleh Sesar Anatolio Utara akibat pergerakan Lempeng Anatolia dan Lempeng Eurasia. Saat itu korban meninggal dunia mencapai 18.000 orang.

Ditambah 3.377 orang lainnya di Suriah, jumlah korban gempa Bumi kali ini bergerak mendekati angka 22.000 orang.

Tak saja melewati catatan-catatan gempa dahsyat lainnya termasuk gempa disertai tsunami di Jepang pada 2011 yang merenggut 18.400 nyawa manusia, gempa di Turki dan Suriah itu melampaui prediksi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menaksir angka 20.000 meninggal dunia akibat gempa Turki-Suriah.

Jumlah yang sudah begitu banyak itu diperkirakan masih akan bertambah mengingat masih begitu banyak warga yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa.

Situasi ini membuat tim penyelamat dan SAR di Turki dan Suriah berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan mereka yang masih bisa diselamatkan dan mengungsikan mereka yang nyawanya sudah tak bisa tertolong namun terimpit puing-puing bangunan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon