Jumlah Pengungsi di Dunia 114 Juta Orang, PBB: Rekor Tertinggi
Kamis, 26 Oktober 2023 | 07:48 WIB
Jenewa, Beritasatu.com – Badan PBB untuk Pengungsi atau UNHCR menyatakan, jumlah orang di seluruh dunia yang hidup dalam pengungsian paksa dari rumah mereka, diperkirakan telah melampaui 114 juta, sebuah rekor tertinggi.
"Jumlah orang yang mengungsi akibat perang, penganiayaan, kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia secara global kemungkinan telah melampaui 114 juta orang pada akhir September," kata UNHCR.
Menurut UNHCR, faktor pendorong utama pada paruh pertama tahun 2023 adalah konflik di Ukraina, Sudan, Myanmar dan Republik Demokratik Kongo. Kemudian ada krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Afganistan; dan masalah kekeringan, banjir dan ketidakamanan di Somalia.
"Fokus dunia saat ini adalah bencana kemanusiaan di Gaza. Namun secara global, terlalu banyak konflik yang berkembang atau meningkat, menghancurkan kehidupan orang-orang tak berdosa dan membuat hak orang-orang tercabut," kata Kepala UNHCR Filippo Grandi.
Ia melanjutkan,"Ketidakmampuan komunitas internasional untuk menyelesaikan konflik atau mencegah konflik baru menyebabkan pengungsian dan kesengsaraan. Kita harus melihat ke dalam, bekerja sama untuk mengakhiri konflik dan memungkinkan para pengungsi dan orang-orang terlantar lainnya untuk kembali ke rumah mereka atau memulai kembali kehidupan mereka."
Dalam laporan tengah tahun yang menganalisis pengungsian paksa selama enam bulan pertama tahun 2023, UNHCR mengatakan, pada akhir Juni 110 juta orang terpaksa mengungsi di seluruh dunia. Angka tersebut naik 1,6 juta dibandingkan pada akhir tahun 2022.
Juru bicara UNHCR mengonfirmasi kepada AFP bahwa angka baru tersebut merupakan rekor sejak badan tersebut mulai mengumpulkan data pada tahun 1975. Sejak Israel melancarkan serangan mematikan di Gaza sebagai respons terhadap serangan kelompok militan Hamas pada tanggal 7 Oktober, jumlah pengungsi internal di Gaza diperkirakan sekitar 1,4 juta orang.
Laporan pertengahan tahun UNHCR menyebutkan, bahwa secara global hampir sepertiga dari seluruh pengungsi berasal dari tiga negara saja, yakni Afganistan, Suriah, dan Ukraina.
"Saat kita menyaksikan peristiwa yang terjadi di Gaza, Sudan dan sekitarnya, prospek perdamaian dan solusi bagi para pengungsi dan populasi pengungsi lainnya mungkin terasa jauh," kata Grandi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




