Gempur Israel, Houthi Lancarkan Serangan Rudal ke Eilat
Kamis, 7 Desember 2023 | 07:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kelompok Houthi Yaman baru-baru ini meluncurkan serangkaian rudal balistik ke pos militer di kota Eilat, Israel selatan. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap militan Hamas Palestina yang tengah bertempur di jalur Gaza.
Menurut laporan dari Reuters, Kamis (7/12/2023), Houthi mengumumkan bahwa mereka akan terus melaksanakan operasi militer melawan Israel sebagai musuh. Pernyataan tersebut juga mencakup keputusan untuk mencegah kapal-kapal Israel menavigasi Laut Arab dan Laut Merah, sebagai dukungan kepada rakyat Palestina yang mereka anggap tertindas.
Sebelumnya pada Rabu (6/12/2023), kapal Arleigh Burke milik Amerika Serikat (AS) yang bernama Mason, berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak yang berasal dari wilayah Yaman. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan. Sasaran drone tersebut juga dianggap tidak jelas.
Serangan ini menjadi yang keenam kalinya Angkatan Laut AS menembaki drone di Laut Merah bagian selatan sejak pecahnya perang antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas pada 7 Oktober. Insiden ini juga terjadi di tengah serangkaian serangan terhadap kapal komersial di perairan Timur Tengah.
Selain itu, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) dan perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey melaporkan insiden lain yang melibatkan pesawat tak berawak di Laut Merah, sebelah barat pelabuhan Hodeidah di Yaman. UKMTO memperingatkan kapal-kapal yang transit di kawasan tersebut untuk berhati-hati.
Pada Minggu sebelumnya, militer AS melaporkan bahwa tiga kapal komersial diserang di Laut Merah bagian selatan. Pentagon menyatakan bahwa serangan-serangan ini mungkin tidak ditujukan pada kapal perang AS, meskipun Angkatan Laut AS telah merespons dengan menembak jatuh pesawat drone dan rudal.
Kelompok Houthi juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan pesawat tak berawak dan rudal terhadap dua kapal Israel di wilayah tersebut. Mereka menyatakan bahwa serangan ini sebagai tanggapan terhadap tuntutan warga Yaman dan seruan negara-negara muslim untuk mendukung rakyat Palestina. Situasi di kawasan ini terus menjadi perhatian internasional, dengan upaya diplomasi terus dilakukan untuk meredakan ketegangan dan mencapai perdamaian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




