ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Houthi Segera Tutup Selat Bab al-Mandeb, Jalur Energi Lumpuh?

Minggu, 19 April 2026 | 11:26 WIB
S
S
Penulis: Sukarjito | Editor: JTO
Ilustrasi militer Houthi.
Ilustrasi militer Houthi. (AP Photo)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketegangan geopolitik global kembali meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengancam akan segera menutup Selat Bab al-Mandeb. Ancaman ini muncul di tengah situasi panas usai Iran memperketat kendali atas Selat Hormuz, memicu kekhawatiran baru terhadap jalur energi dunia.

Wakil Menteri Luar Negeri pemerintahan Houthi di Sanaa, Hussein al-Ezzi, menyatakan penutupan selat tersebut bisa menjadi langkah ekstrem jika upaya perdamaian terus dihambat.

“Jika Sanaa memutuskan menutup Bab al-Mandeb, maka tidak ada kekuatan yang mampu membukanya kembali,” ujarnya dilansir dari Al Jazeera, Minggu (19/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia juga mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pihak terkait untuk menghentikan kebijakan yang dinilai menghalangi perdamaian, serta menghormati hak rakyat Yaman.

Selat Bab al-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Jalur ini menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi pintu masuk menuju Terusan Suez—rute utama perdagangan global, khususnya distribusi minyak dan energi dari Timur Tengah ke Eropa.

Dengan lebar hanya sekitar 29 kilometer di titik tersempit, selat ini sangat rentan terhadap gangguan. Lalu lintas kapal terbagi dalam dua jalur sempit, sehingga potensi blokade atau serangan dapat langsung mengganggu arus perdagangan internasional.

Para analis menilai, jika Selat Bab al-Mandeb benar-benar ditutup, dampaknya bisa lebih luas dibanding Selat Hormuz. Penutupan jalur ini berpotensi memutus rute tercepat antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa, sekaligus memicu lonjakan biaya logistik dan harga energi global.

Hingga kini, belum ada langkah konkret terkait penutupan selat tersebut. Namun, pernyataan keras dari Houthi menjadi sinyal jalur laut dunia semakin rentan terhadap tekanan konflik geopolitik.

Situasi ini mempertegas kawasan perairan strategis kini tidak hanya menjadi jalur ekonomi, tetapi juga arena persaingan politik dan militer global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

LIFESTYLE
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

INTERNASIONAL
Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

INTERNASIONAL
Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

INTERNASIONAL
Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

INTERNASIONAL
Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon