ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kerusuhan di Turki, Perbatasan dengan Suriah Ditutup

Rabu, 3 Juli 2024 | 04:51 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Warga Suriah menunggu untuk bisa menyeberang ke Suriah dari Turki di gerbang perbatasan Cilvegozu, dekat kota Antakya, Turki tenggara.
Warga Suriah menunggu untuk bisa menyeberang ke Suriah dari Turki di gerbang perbatasan Cilvegozu, dekat kota Antakya, Turki tenggara. (AP/AP)

Istanbul, Beritasatu.com - Turki menutup perbatasan negaranya dengan Suriah pada Selasa (2/7/2023), setelah terjadi kerusuhan pada Minggu (30/6/2024) malam.

Penutupan perbatasan dipicu serangan ke pasukan Turki di daerah perbatasan dari warga Suriah yang marah atas terjadinya aksi kekerasan terhadap rekan senegara mereka di Turki.

Polisi Turki telah menahan 474 orang yang terlibat dalam serangan yang menargetkan komunitas Suriah di seluruh negeri pada Minggu malam. Menteri Dalam Negeri Turki Ali Yerlikaya mengatakan, serangan ke warga Suriah menyebabkan kerusuhan di sejumlah wilayah.

ADVERTISEMENT

Sejumlah properti dan kendaraan milik warga Suriah dirusak dan dibakar di pusat Kota Kayseri. Insiden ini terjadi setelah laporan media sosial ada seorang pria Suriah yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak perempuan warga Turki.

Yerlikaya mengatakan insiden tersebut sedang diselidiki polisi.

Badan Intelijen Turki (MIT) menyatakan, kekerasan menyebar ke Provinsi Hatay, Gaziantep, Konya, Bursa, dan di Distrik Istanbul. Ada laporan media sosial tentang beberapa warga Suriah yang terluka.

Kabar tersebut membuat ratusan warga Suriah marah dan turun ke jalan di beberapa kota di wilayah barat laut negara itu.

Pada Senin (1/7/2024) malam, Turki  menutup penyeberangan di perbatasan Bab al Hawa, jalur perdagangan dan penumpang utama negaranya dengan Suriah.

Kota di perbatasan Suriah, Afrin, menjadi lokasi bentrokan paling parah, dengan sedikitnya empat orang tewas dalam baku tembak antara pengunjuk rasa bersenjata dan pasukan Turki.

Di tempat lain, terjadi pertempuran kecil dan bentrokan bersenjata, dengan warga sipil melemparkan batu ke konvoi Turki di beberapa kota, dan merobek bendera Turki di beberapa kantor.

Presiden Turki Tayyip Erdogan menyalahkan serangan anti-Suriah kepada lawan politiknya. "Tidak ada yang dapat dicapai dengan mengobarkan xenofobia atau kebencian pengungsi di masyarakat," kata Erdogan.

Turki memutuskan hubungan dengan Suriah setelah perang saudara Suriah pada 2011 dan mendukung pemberontak yang ingin menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT