Ada Berapa Fasilitas Nuklir yang Dimiliki Iran? Simak Daftar Lokasinya
Jumat, 13 Juni 2025 | 15:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Israel mendadak melancarkan serangan ke Iran pada Jumat (13/6/2025) pagi waktu setempat, menyasar sejumlah lokasi penting termasuk markas militer, permukiman, dan yang paling mencolok, yakni fasilitas nuklir Iran.
Militer Israel (IDF) menyatakan bahwa puluhan target yang berkaitan dengan program nuklir dan instalasi militer Iran telah dihantam oleh jet-jet tempur mereka. Pengembangan nuklir Iran selama ini dianggap sebagai ancaman strategis oleh negara-negara barat dan sekutunya, terutama Israel.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah target militer di Iran. Beberapa target tersebut termasuk individu dan lokasi yang memiliki kaitan erat dengan program nuklir Iran.
Dalam konteks ini, penting untuk mengetahui sejauh mana infrastruktur nuklir yang dimiliki Iran. Hingga saat ini, fasilitas nuklir Iran telah berkembang secara signifikan, khususnya setelah kegagalan kesepakatan nuklir tahun 2015 akibat penarikan sepihak Amerika Serikat pada tahun 2018.
Fasilitas Nuklir Utama Iran

Dilansir dari atomicarchive, berikut daftar fasilitas nuklir Iran yang diawasi oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan sering menjadi sorotan dunia internasional:
1. Natanz
Natanz adalah situs pengayaan uranium utama Iran, berlokasi sekitar 250 kilometer di selatan Teheran. Fasilitas ini pertama kali terungkap pada tahun 2002 dan kini memiliki dua pabrik pengayaan, salah satunya dibangun di bawah tanah. Dengan hampir 70 sentrifus bertingkat, Natanz memainkan peran krusial dalam program pengayaan uranium Iran.
Pada April 2021, fasilitas ini mengalami kerusakan akibat serangan yang dituduhkan kepada Israel. Dalam serangan terbaru, Natanz kembali menjadi salah satu target utama militer Israel.
2. Fordo
Terletak di bawah gunung dekat kota Qom, Fordo dibangun secara rahasia dan baru diungkap ke publik pada 2009. Fasilitas ini awalnya dirancang sebagai lokasi darurat untuk pengayaan uranium dan mampu menampung sekitar 3.000 sentrifus.
Pada 2023, partikel uranium yang diperkaya hingga 83,7% ditemukan di sini, mendekati level yang diperlukan untuk senjata nuklir.
3. Isfahan
Di kota Isfahan, terdapat fasilitas konversi uranium yang mengubah bahan mentah menjadi gas uranium heksafluorida (UF6), yang digunakan dalam proses pengayaan. Selain itu, Isfahan juga memiliki fasilitas fabrikasi bahan bakar nuklir dan merencanakan pembangunan reaktor penelitian baru.
4. Arak
Reaktor air berat Arak dibangun untuk tujuan penelitian dan produksi plutonium, yang secara teoritis dapat digunakan untuk senjata nuklir. Meskipun proyek ini sempat dihentikan sesuai kesepakatan 2015, Iran berencana mengoperasikannya kembali pada 2026.
5. Teheran
Pusat penelitian nuklir di ibu kota Iran ini menampung reaktor yang dibangun oleh AS pada 1967 dan digunakan untuk produksi radioisotop medis.
6. Bushehr
Pembangkit listrik tenaga nuklir di Bushehr merupakan fasilitas energi sipil pertama Iran. Dibangun oleh Rusia dan mulai beroperasi pada 2011, pembangkit ini masih berada di bawah pengawasan IAEA dan menerima pasokan bahan bakar dari Rusia.
7. Darkovin dan Sirik
Darkovin menjadi lokasi pembangunan reaktor baru berkapasitas 300 megawatt sejak 2022. Sementara itu, Sirik di Selat Hormuz akan menjadi kompleks pembangkit listrik nuklir terbesar Iran, dengan kapasitas gabungan mencapai 5.000 megawatt.
Perkembangan Program Nuklir Iran
Menurut laporan IAEA terbaru, hingga pertengahan Mei 2025, Iran memiliki persediaan uranium yang diperkaya sebesar 9.247,6 kilogram—lebih dari 45 kali lipat batas yang ditentukan dalam kesepakatan nuklir 2015.
Dari jumlah tersebut, 408,6 kilogram telah diperkaya hingga 60%. Meskipun belum mencapai level senjata (90%), hal ini menunjukkan seberapa dekat Iran dengan potensi pengembangan senjata nuklir.
Meski begitu, Iran secara konsisten membantah memiliki niat untuk membangun senjata nuklir, dan menyatakan bahwa seluruh fasilitas nuklir Iran dimaksudkan untuk tujuan damai, seperti penelitian medis dan pembangkit energi.
Dengan daftar fasilitas nuklir Iran yang terus berkembang, perhatian dunia terhadap program nuklir negara ini kian meningkat, terlebih dalam situasi geopolitik yang tidak stabil. Dari Natanz hingga Sirik, setiap lokasi menunjukkan tingkat kemajuan yang signifikan dalam teknologi nuklir Iran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




