Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Cianjur Siapkan Pemulangan PMI
Selasa, 3 Maret 2026 | 04:45 WIB
Cianjur, Beritasatu.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menyiapkan langkah pemulangan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut yang saat ini bekerja di sejumlah negara di Timur Tengah. Upaya ini dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan konflik antara Israel dan Iran yang juga melibatkan Amerika Serikat.
Bupati Cianjur Mohamad Wahyu Ferdian mengungkapkan, pihaknya menerima laporan mengenai seorang PMI asal Kecamatan Agrabinta yang diduga mengalami tindak kekerasan di tengah situasi konflik yang semakin memanas di kawasan tersebut.
Menurutnya, kondisi geopolitik di Timur Tengah saat ini berpotensi mengancam keselamatan para pekerja migran, termasuk warga asal Cianjur yang bekerja di berbagai negara di kawasan itu.
Ia menjelaskan, meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Iran berdampak pada terbatasnya akses transportasi udara di beberapa negara yang terdampak perang.
“Kami berupaya agar warga Cianjur yang bekerja di Timur Tengah bisa dipulangkan, apalagi dengan situasi perang seperti sekarang ini. Keselamatan warga menjadi prioritas,” ujar Wahyu, Senin (2/3/2026).
Wahyu menegaskan, Pemkab Cianjur akan membantu proses pemulangan para PMI, termasuk mereka yang berangkat secara nonprosedural. Menurutnya, status keberangkatan tidak boleh menghalangi upaya perlindungan terhadap warga. “Walaupun nonprosedural, itu warga kita juga, jadi nanti akan dibantu kepulangannya,” tegasnya.
Namun demikian, ia mengakui proses evakuasi tidak mudah dilakukan. Situasi konflik menyebabkan sejumlah bandara di kawasan terdampak membatasi operasional bahkan menutup sementara penerbangan.
“Kami agak kesulitan, terutama situasi saat ini di mana ada peperangan di beberapa negara, sehingga akses bandara juga menjadi tantangan,” katanya.
Saat ini Pemkab Cianjur terus menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat serta pihak terkait untuk mencari solusi terbaik dalam proses pemulangan PMI.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana membuka posko komunikasi agar keluarga PMI dapat memperoleh informasi terkini mengenai kondisi kerabat mereka di luar negeri.
Wahyu juga mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar menempuh jalur resmi. Ia menilai keberangkatan secara legal akan mempermudah perlindungan hukum serta proses evakuasi apabila terjadi situasi darurat, termasuk konflik bersenjata.
“Masyarakat diharapkan berangkat melalui jalur legal, karena kalau nonprosedural sangat menyulitkan untuk kembali ke Indonesia,” pungkasnya.
Pemkab Cianjur memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah serta mengupayakan perlindungan maksimal bagi seluruh warga Cianjur yang berada di wilayah konflik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




