ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Serang Iran, Demokrat: Langkah Menyesatkan dan Sembrono

Minggu, 22 Juni 2025 | 17:08 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Presiden Donald Trump berpidato dari Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Sabtu, 21 Juni 2025, setelah militer AS menyerang tiga lokasi nuklir dan militer Iran.
Presiden Donald Trump berpidato dari Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Sabtu, 21 Juni 2025, setelah militer AS menyerang tiga lokasi nuklir dan militer Iran. (AP Photo/Carlos Barria)

Washington, Beritasatu.com – Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan militer ke Iran tanpa izin resmi dari Kongres memicu gelombang kritik tajam dari kalangan Partai Demokrat. Mereka menilai langkah Trump sebagai pelanggaran serius terhadap Konstitusi dan memperingatkan potensi dampak buruk yang mengancam masa depan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Pemimpin Partai Demokrat di DPR Hakeem Jeffries menyebut tindakan Trump sebagai langkah menyesatkan dan sembrono.

“Presiden Trump menyesatkan negara tentang niatnya, gagal mendapatkan otorisasi Kongres untuk penggunaan kekuatan militer, dan berisiko menyeret Amerika dalam perang yang berpotensi membawa bencana di Timur Tengah,” tegas Jeffries.

ADVERTISEMENT

Jeffries menambahkan bahwa Trump harus bertanggung jawab sepenuhnya atas segala konsekuensi dari keputusan sepihak tersebut.

Pernyataan serupa disampaikan oleh perwakilan Demokrat dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez, yang menyebut tindakan presiden sebagai pelanggaran berat terhadap Konstitusi.

“Keputusan bencana presiden untuk mengebom Iran tanpa izin merupakan pelanggaran berat terhadap Konstitusi dan Kekuasaan Perang Kongres. Ini alasan yang jelas dan nyata untuk pemakzulan,” ujar Ocasio-Cortez.

Sementara itu, Rashida Tlaib, perwakilan Demokrat dari Michigan, juga mengecam keras langkah militer tersebut.

“Presiden Trump mengirim pasukan AS untuk mengebom Iran tanpa persetujuan Kongres merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Konstitusi kita. Rakyat Amerika tidak menginginkan perang yang tak berkesudahan,” katanya.

Tlaib juga menyinggung sejarah kelam keterlibatan AS di Timur Tengah, merujuk pada perang berdasarkan informasi palsu tentang senjata pemusnah massal.

Namun, di tengah kritik yang mengalir deras, sejumlah politisi Partai Republik tetap menyatakan dukungan terhadap Trump. Ketua DPR Mike Johnson menilai presiden telah bertindak tepat karena Iran tidak menunjukkan komitmen terhadap perjanjian pelucutan senjata nuklir.

“Tindakan tegas presiden mencegah negara sponsor terorisme terbesar di dunia dari memperoleh senjata paling mematikan di planet ini,” ujarnya.

Senada dengan itu, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune secara singkat menyatakan, “Saya mendukung Presiden Trump.”

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Jim Risch, juga menyatakan dukungannya, tetapi menegaskan bahwa ini bukan perang Amerika.

“Perang ini adalah perang Israel, bukan perang kita. Namun Israel adalah salah satu sekutu terkuat kita dan sedang melucuti senjata Iran demi kebaikan dunia,” katanya.

“Ini bukan awal dari perang yang tak berkesudahan. Tidak akan ada pasukan Amerika di Iran," ujarnya.

Namun, kritik dari internal Partai Republik muncul dari Thomas Massie, anggota Kongres dari Kentucky. Ia menyebut tindakan Trump tidak konstitusional karena mengabaikan wewenang Kongres dalam menyatakan perang terhadap negara asing.

Keputusan Trump kembali membuka perdebatan tajam mengenai batas kekuasaan eksekutif dalam kebijakan luar negeri dan militer, sekaligus memperdalam jurang politik antara Demokrat dan Republik menjelang pemilihan presiden mendatang.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Eks Menlu Iran Kamal Kharazi Tewas di Tengah Gencatan Senjata AS

Eks Menlu Iran Kamal Kharazi Tewas di Tengah Gencatan Senjata AS

INTERNASIONAL
Militer AS Siaga untuk Kemungkinan Serangan ke Iran mulai Sabtu

Militer AS Siaga untuk Kemungkinan Serangan ke Iran mulai Sabtu

INTERNASIONAL
AS Tarik Staf Diplomatik dari Irak, Khawatir Ancaman Faksi Pro-Iran

AS Tarik Staf Diplomatik dari Irak, Khawatir Ancaman Faksi Pro-Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon