Inggris-AS Bahas Kerja Sama Militer di Tengah Perang Trump dengan Iran
Senin, 9 Maret 2026 | 08:51 WIB
London, Beritasatu.com – Inggris dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan membahas kerja sama militer di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan udara gabungan AS dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu (28/2/2026).
Pembahasan itu terjadi dalam percakapan antara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden AS Donald Trump pada Minggu (8/3/2026). Menariknya, komunikasi antarkedua pemimpin tersebut berlangsung kurang dari sehari setelah Trump mengkritik tajam Starmer karena dinilai kurang memberikan dukungan optimal kepada AS dalam berperang dengan Iran.
Seorang juru bicara kantor Starmer menyampaikan kedua pemimpin membahas perkembangan situasi terbaru di Timur Tengah serta kerja sama militer antara Inggris dan AS.
"Para pemimpin memulai dengan membahas situasi terkini di Timur Tengah dan kerja sama militer antara Inggris dan AS melalui penggunaan pangkalan Royal Air Force (RAF) untuk mendukung pertahanan diri kolektif para mitra di kawasan tersebut," bunyi pernyataan juru bicara kantor Starmer, dikutip dari Telegraph India, Senin (9/3/2026).
Sebelumnya, pemerintah Inggris memutuskan untuk mengizinkan AS menggunakan pangkalan udara milik Inggris setelah insiden jatuhnya drone Iran di pangkalan RAF di Siprus. Kebijakan ini dipandang sebagai perubahan besar dalam sikap Inggris terhadap konflik yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PSEL di Makassar Dipercepat untuk Atasi Praktik Open Dumping
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Susunan Pemain Mallorca vs Madrid, Duo Mbappe-Brahim Diaz Jadi Tumpuan




