ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gedung Putih Buka Suara Soal Rudal AS Hantam Sekolah Putri Iran

Rabu, 11 Maret 2026 | 10:54 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt berbicara dengan wartawan di Ruang Konferensi Pers James Brady di Gedung Putih, Selasa, 10 Maret 2026, di Washington.
Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt berbicara dengan wartawan di Ruang Konferensi Pers James Brady di Gedung Putih, Selasa, 10 Maret 2026, di Washington. (AP/AP)

Washington, Beritasatu.com – Gedung Putih menyatakan masih menunggu hasil penyelidikan militer terkait insiden mematikan yang menghantam sebuah sekolah perempuan di Iran. Pernyataan ini muncul di tengah desakan publik internasional mengenai keterlibatan persenjataan Amerika Serikat dalam tragedi tersebut.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt sebelumnya memberikan penjelasan mengenai progres operasi militer AS dalam konflik tersebut. Leavitt memaparkan bahwa militer AS telah menyerang lebih dari 5.000 target strategis di wilayah Iran.

Serangan tersebut difokuskan pada pelemahan program rudal dan fasilitas nuklir guna mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir. Dalam keterangannya, Leavitt mengindikasikan bahwa operasi sejauh ini berjalan sesuai rencana dan mencapai target-target kunci.

ADVERTISEMENT

Namun, optimisme Gedung Putih dibayangi oleh tragedi di sebuah sekolah putri di wilayah selatan Iran yang merenggut nyawa sekitar 175 siswi. Sepanjang pekan lalu, bukti-bukti visual berupa foto mulai bermunculan di media sosial dan laporan independen. Bukti tersebut menunjukkan fragmen yang diduga kuat berasal dari rudal AS, yang memicu spekulasi adanya kesalahan kalkulasi atau kecelakaan teknis di lapangan.

Menanggapi hal ini, Leavitt menyatakan bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru mengambil kesimpulan.

“Kita akan membiarkan proses itu berjalan, tetapi kita akan menerima hasil investigasi tersebut ketika sudah terungkap,” ujar Leavitt dalam konferensi persnya.

Saat ini, pihak berwenang Amerika Serikat masih enggan memberikan konfirmasi definitif apakah serangan tersebut memang mengenai fasilitas pendidikan atau merupakan klaim sepihak. Publik kini menanti pernyataan resmi dari Pentagon maupun Gedung Putih untuk memastikan apakah serangan mematikan itu benar-benar merupakan kesalahan sasaran dari pihak sekutu.

Proses investigasi ini menjadi krusial di tengah upaya AS mempertahankan legitimasi moral mereka dalam kampanye militer melawan program nuklir dan rudal Iran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Eks Direktur CIA: AS Bertanggung Jawab atas Serangan di Sekolah Iran

Eks Direktur CIA: AS Bertanggung Jawab atas Serangan di Sekolah Iran

INTERNASIONAL
Trump Ngeles Ditanya Soal Rudal AS Serang Sekolah Putri Iran

Trump Ngeles Ditanya Soal Rudal AS Serang Sekolah Putri Iran

INTERNASIONAL
PBB Desak Penyelidikan Serangan Sekolah di Iran

PBB Desak Penyelidikan Serangan Sekolah di Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT