ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Spanyol Tarik Dubes dari Israel, Hubungan Diplomatik Memanas

Rabu, 11 Maret 2026 | 22:10 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Orang-orang berlindung di jalan raya antara Yerusalem dan Tel Aviv, Israel, saat sirene serangan udara memperingatkan akan datangnya serangan rudal Iran, Selasa, 10 Maret 2026.
Orang-orang berlindung di jalan raya antara Yerusalem dan Tel Aviv, Israel, saat sirene serangan udara memperingatkan akan datangnya serangan rudal Iran, Selasa, 10 Maret 2026. (AP/Ohad Zwigenberg)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Spanyol memutuskan menarik duta besarnya untuk Israel sebagai bentuk terbaru memburuknya hubungan diplomatik antara kedua negara.

Keputusan tersebut diumumkan melalui Lembaran Negara Resmi pada Rabu (11/3/2026) dan menyebutkan bahwa Duta Besar Spanyol untuk Israel, Ana Maria Salomon Perez, dipanggil kembali ke Madrid tanpa batas waktu.

Dikutip dari Middleeasteye.net, penarikan ini membuat Kedutaan Besar Spanyol di Tel Aviv untuk sementara dipimpin oleh seorang kuasa usaha.

Sumber di Kementerian Luar Negeri Spanyol mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari keputusan pemerintah untuk menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Israel.

ADVERTISEMENT

“Kementerian luar negeri mengonfirmasi penarikan duta besar ke Tel Aviv yang dipanggil kembali untuk konsultasi tanpa batas waktu, sehingga kedutaan dipimpin oleh seorang kuasa usaha,” kata sumber tersebut.

Ketegangan antara Madrid dan Tel Aviv terus meningkat sejak Israel melancarkan operasi militer di Gaza pada Oktober 2023.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menjadi salah satu pemimpin Eropa yang paling vokal mengkritik tindakan militer Israel di Gaza serta operasi militer terhadap Iran yang dilakukan bersama Amerika Serikat.

Spanyol juga termasuk negara Eropa yang secara terbuka menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai genosida.

Hubungan kedua negara makin memburuk setelah Spanyol mengakui negara Palestina pada Mei 2024. Keputusan itu mendorong Israel menarik duta besarnya dari Madrid.

Sejak saat itu, kedua negara tidak lagi memiliki duta besar aktif di masing-masing ibu kota, dan misi diplomatik dijalankan oleh pejabat setingkat kuasa usaha.

Ketegangan juga meningkat setelah pemerintah Spanyol pada 2025 melarang kapal dan pesawat yang membawa senjata ke Israel menggunakan pelabuhan maupun wilayah udara Spanyol.

Perselisihan kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir terkait konflik militer antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Pemerintah Spanyol secara terbuka mengkritik operasi militer tersebut dan menilai tindakan itu melanggar hukum internasional.

Madrid bahkan menolak memberikan akses kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer bersama di wilayah selatan Spanyol dalam operasi terkait serangan terhadap Iran.

Langkah tersebut memicu reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menuduh Spanyol bersikap tidak bersahabat dan mengancam akan menghentikan hubungan perdagangan dengan negara tersebut.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada awal Maret, Perdana Menteri Pedro Sanchez menegaskan sikap negaranya yang menolak perang. “Satu pelanggaran hukum tidak dapat dibalas dengan pelanggaran hukum lainnya, karena dari situlah bencana besar umat manusia bisa dimulai,” ujar Sanchez.

Ia menambahkan, Spanyol tetap berpegang pada prinsip hukum internasional serta mendukung perdamaian dan hidup berdampingan secara damai antarnegara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT