Hasil Investigasi: Rudal Tomahawk AS yang Bom Sekolah Putri Iran!
Kamis, 12 Maret 2026 | 07:55 WIB
Washington, Beritasatu.com – Investigasi awal militer Amerika Serikat (AS) menetapkan bahwa rudal Tomahawk AS menghantam sebuah sekolah dasar di Iran. Tragedi ini terjadi akibat kesalahan fatal dalam penargetan koordinat sasaran.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh The New York Times pada hari Rabu (11/3/2026) waktu AS, mengutip pernyataan pejabat AS. Meskipun investigasi terhadap serangan tanggal 28 Februari tersebut masih berlangsung, temuan awal menunjukkan AS bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
CNN juga melaporkan, berdasarkan sumber anonim yang mengetahui jalannya penyelidikan, bahwa militer AS secara tidak sengaja menghantam sekolah di kota Minab, selatan Iran.
The New York Times memerinci bahwa militer AS sebenarnya bermaksud mengebom pangkalan militer Iran yang terletak berdekatan dengan gedung sekolah tersebut. Lokasi sekolah itu dahulunya merupakan bagian dari kompleks pangkalan. Investigasi mengungkap bahwa para perwira Komando Pusat AS (Centcom) menetapkan koordinat target menggunakan data yang sudah usang, yang diberikan oleh Badan Intelijen Pertahanan (DIA).
Para penyelidik kini fokus menyelidiki mengapa informasi usang bisa digunakan dalam perencanaan serangan yang begitu krusial dan siapa yang gagal memverifikasi data tersebut sebelum eksekusi dilakukan.
Laporan The Times menyebutkan sekolah tersebut berada di blok yang sama dengan bangunan yang digunakan oleh Angkatan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC). Meskipun awalnya lokasi sekolah merupakan bagian dari pangkalan, bangunan sekolah tersebut telah dipagari dan dipisahkan dari kompleks militer antara tahun 2013 dan 2016.
Media Iran melaporkan bahwa pemakaman telah diadakan untuk setidaknya 165 orang, termasuk anak-anak, yang menjadi korban di sekolah tersebut. Namun, jumlah pasti korban tewas belum berhasil diverifikasi secara independen. AFP juga belum dapat mengakses lokasi serangan untuk melakukan verifikasi mendalam.
Di panggung politik, reaksi sempat simpang siur. Presiden Donald Trump awalnya menyatakan bahwa Iran mungkin bertanggung jawab atas serangan tersebut, klaim yang janggal mengingat Iran tidak memiliki rudal Tomahawk. Trump kemudian menyatakan siap "menerima" apa pun hasil investigasi.
Saat ditanya wartawan tentang laporan investigasi terbaru ini pada hari Rabu, ia menjawab singkat."Saya tidak tahu tentang itu,” katanya.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas menyalahkan AS dan Israel atas tragedi ini. Israel secara konsisten membantah keterlibatan mereka. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pekan lalu menegaskan bahwa AS tidak akan pernah sengaja menargetkan sekolah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Semen Padang vs Persib: Teja Bisa Ukir Rekor Baru di Tanah Kelahiran




