ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Klaim AS di Ambang Menang, Analis Ungkap Ancaman di Hormuz

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:17 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Presiden Donald Trump berhenti sejenak saat berpidato di Verst Logistics pada hari Rabu, 11 Maret 2026, di Hebron, Kentucky.
Presiden Donald Trump berhenti sejenak saat berpidato di Verst Logistics pada hari Rabu, 11 Maret 2026, di Hebron, Kentucky. (AP/AP)

Washington, Beritasatu.com – Presiden Donald Trump kembali menegaskan klaim bahwa perang dengan Iran hampir berakhir dan Amerika Serikat (AS) berada di ambang kesuksesan penuh. Berbicara kepada pers saat tiba di Washington, DC, Kamis (12/3/2026) pagi WIB, Trump menyatakan bahwa militer AS sedang menghancurkan kekuatan angkatan laut Iran.

Dalam pernyataannya, Trump berjanji akan memperhatikan dengan saksama Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.

Presiden Trump dilaporkan telah berkomunikasi dengan para CEO perusahaan minyak global, mendesak mereka untuk tetap mengirimkan kapal tanker melalui Selat Hormuz. Namun, seruan ini muncul di tengah kekhawatiran besar para pelaku industri setelah tiga kapal terkena serangan di dekat selat tersebut, ditambah serangan terhadap dua kapal pengangkut minyak Irak.

ADVERTISEMENT

Meski Trump mengeklaim bahwa AS telah membersihkan semua ranjau di Selat Hormuz, para ahli militer memberikan peringatan berbeda. Menurut analisis militer, ranjau bukanlah satu-satunya instrumen serangan Iran terhadap lalu lintas maritim.

Mereka menyebutkan kapal selam serta perahu kecil yang sarat dengan bahan peledak, yang sebelumnya dilaporkan digunakan dalam serangkaian serangan di Irak.

Hal ini menunjukkan bahwa ancaman asimetris Iran masih sangat nyata.

Saat ini, Presiden AS melukiskan gambaran yang sangat optimis, menyiratkan bahwa kekuatan Teheran hampir mencapai titik akhir. Sebaliknya, sejumlah analis internasional justru melihat bahwa Iran tampak semakin memperkuat posisinya di kawasan tersebut.

Salah satu poin yang memicu perdebatan adalah pernyataan Trump mengenai kapabilitas serangan siber atau elektromagnetik. Trump menyebut bahwa AS mampu melumpuhkan jaringan listrik Iran hanya dalam waktu satu jam.

"Kami sebenarnya tidak ingin melakukan itu," ujar Trump.

Hingga saat ini, para pengamat masih mempertanyakan apakah pernyataan tersebut merupakan ancaman militer yang serius atau sekadar retorika politik khas Trump.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hari Kelam Angkatan Udara AS: Pilot Hilang, 2 Jet dan 2 Heli Rontok

Hari Kelam Angkatan Udara AS: Pilot Hilang, 2 Jet dan 2 Heli Rontok

INTERNASIONAL
Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS

Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS

INTERNASIONAL
Jatuh di Wilayah Musuh! Ini Tantangan yang Dihadapi Pilot AS di Iran

Jatuh di Wilayah Musuh! Ini Tantangan yang Dihadapi Pilot AS di Iran

INTERNASIONAL
Ini yang Terjadi jika Pilot Jet AS yang Ditembak Jatuh Ditangkap Iran

Ini yang Terjadi jika Pilot Jet AS yang Ditembak Jatuh Ditangkap Iran

INTERNASIONAL
Media AS Konfirmasi Jet Tempur Jatuh Ditembak Iran, Centcom Bungkam

Media AS Konfirmasi Jet Tempur Jatuh Ditembak Iran, Centcom Bungkam

INTERNASIONAL
Jet Tempur AS Jatuh, Iran Janji Hadiah bagi Warga yang Tangkap Pilot

Jet Tempur AS Jatuh, Iran Janji Hadiah bagi Warga yang Tangkap Pilot

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT