31 Rumah Sakit di Iran Hancur Diserang Israel, 1.395 Orang Tewas
Kamis, 12 Maret 2026 | 20:13 WIB
Teheran, Beritasatu.com - Serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah sakit di Iran. Pemerintah Iran menyebut sedikitnya 31 fasilitas kesehatan rusak akibat intensifikasi serangan dalam beberapa hari terakhir.
Wakil Menteri Kesehatan Iran Ali Jafarian mengatakan, sistem layanan kesehatan negara itu kini menghadapi tekanan besar karena jumlah korban terus bertambah.
“Sayangnya, ada banyak korban yang tewas di tempat kejadian karena (AS dan Israel) melakukan pengeboman besar-besaran terhadap infrastruktur sipil,” kata Ali Jafarian dilansir dari Aljazeera, Kamis (12/3/2026).
Ia menyebutkan setidaknya 1.395 orang meninggal dunia, sementara banyak korban lainnya masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Serangan di wilayah perkotaan disebut meningkat dalam beberapa hari terakhir.
“Ada 31 fasilitas klinis dan rumah sakit utama yang rusak. 12 dari rumah sakit tersebut saat ini tidak beroperasi,” ujarnya.
Sejumlah fasilitas sipil ikut menjadi sasaran serangan. Target yang dilaporkan terdampak tidak hanya instalasi militer atau kantor polisi, tetapi juga sekolah, rumah sakit, serta infrastruktur publik lainnya.
Selain itu, depot minyak serta infrastruktur energi dan air di sekitar Teheran juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran baru terkait kondisi kesehatan masyarakat. Sejumlah kota di sekitar ibu kota, termasuk Karaj, dilaporkan mengalami gangguan listrik.
“Kami menerima laporan tentang kekurangan listrik di beberapa kota seperti Karaj. Saat ini juga ada kekhawatiran serius terkait kesehatan masyarakat dan kualitas udara yang dihirup warga di Teheran dan sekitarnya,” katanya.
Sejumlah analis menilai pola serangan Israel di Iran memiliki kemiripan dengan taktik militer yang digunakan selama perang di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Mereka menilai serangan tersebut menargetkan berbagai infrastruktur publik.
Sementara itu, juru bicara Palang Merah Iran mengatakan hampir 20.000 bangunan sipil terdampak sejak konflik dengan AS dan Israel meningkat.
Dari jumlah tersebut, sedikitnya 16.000 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf juga memperingatkan setiap serangan terhadap pulau-pulau Iran di Teluk dapat memicu respons lebih keras dari Teheran.
Dalam pernyataan di media sosial X, Qalibaf mengatakan agresi terhadap wilayah tersebut akan mendorong Iran untuk “meninggalkan semua pengekangan”.
Beberapa pulau Iran di Teluk, termasuk Pulau Kharg, merupakan lokasi terminal ekspor energi strategis. Selain itu, sejumlah pangkalan militer Iran juga berada di pulau-pulau tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




