ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dubai di Tengah Konflik Iran-Israel, Surga Ekspatriat Mulai Pudar?

Jumat, 13 Maret 2026 | 09:45 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Dubai hadapi krisis identitas dan eksodus besar warga asing akibat serangan rudal Iran, memicu trauma mendalam serta kehancuran ekonomi di pusat bisnis global.
Dubai hadapi krisis identitas dan eksodus besar warga asing akibat serangan rudal Iran, memicu trauma mendalam serta kehancuran ekonomi di pusat bisnis global. (Business Insider/DOK)

Jakarta, Beritasatu.com - Dubai, yang selama ini dikenal sebagai kota masa depan yang mewah dan bebas pajak, kini menghadapi krisis identitas yang mematikan. Citra sempurna kota ini hancur seketika saat rudal dan drone dari Iran mulai menghujani wilayah Uni Emirat Arab (UEA). Para ekspatriat yang menjadi tulang punggung ekonomi mulai angkat kaki dan bersumpah tidak akan pernah kembali karena merasa nyawa mereka terancam.

Serangan ini memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi warga asing. John Trudinger, seorang kepala sekolah asal Inggris yang sudah tinggal selama 16 tahun di Dubai, memberikan gambaran pahit tentang kondisi stafnya. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar gurunya mengalami trauma mendalam.

"Pesona kota ini benar-benar telah hilang," ungkap John dikutip Dailymail, Jumat (13/3/2026).  

Ia menambahkan bahwa sebagian besar stafnya kini berjuang keras untuk bertahan secara mental, namun banyak yang memilih pergi untuk selamanya. Dampak serangan juga melumpuhkan sektor transportasi dan ekonomi kelas bawah. 

ADVERTISEMENT

Zain Anwar, seorang sopir taksi, menceritakan bagaimana mobilnya hancur akibat serangan rudal. Bagi Zain, tidak ada lagi alasan untuk bertahan di kota yang dulunya menjanjikan kemakmuran ini.

"Saya tidak ingin berada di Dubai lagi. Bisnis sudah tidak ada, kami tidak menghasilkan apa-apa sejak perang ini dimulai," ujar Zain. Ia bahkan dengan tegas menyatakan, "Semua orang tahu bahwa Dubai sudah habis."

Di sisi lain, pemerintah Dubai justru memperketat pengawasan informasi dengan ancaman penjara bagi siapa pun yang mengunggah video ledakan. Hal ini membuat para pembuat konten atau influencer merasa lebih tertekan oleh hukum dibandingkan oleh serangan itu sendiri. 

Ben Moss, seorang influencer asal Inggris, mengungkapkan kekhawatirannya akan aturan yang sangat ketat tersebut.  "Saya jauh lebih takut didenda atau dipenjara karena mengunggah konten yang salah, daripada takut terhadap rudal dan drone Iran," aku Ben. 

Hal ini menunjukkan betapa kuatnya sensor informasi yang diberlakukan pemerintah saat ini. Meski pemerintah gencar melakukan kampanye bahwa situasi terkendali, kenyataan di lapangan berkata lain. 

Ledakan di Bandara Internasional Dubai dan hotel-hotel mewah telah memicu eksodus besar-besaran. Beberapa selebritas dan sosialita yang sebelumnya memuji keamanan Dubai kini mulai diam-diam kembali ke negara asal mereka.

Ekonomi Dubai sangat bergantung pada 90% populasi warga asing. Jika para guru, pengusaha, hingga sopir taksi seperti John dan Zain terus pergi, masa depan Dubai sebagai pusat bisnis global berada di ujung tanduk. Krisis ini membuktikan bahwa kemewahan gedung pencakar langit tidak berarti banyak saat keamanan dasar manusia tidak lagi terjamin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Serang Kantor Raksasa Teknologi AS Oracle di Dubai

Iran Serang Kantor Raksasa Teknologi AS Oracle di Dubai

INTERNASIONAL
Israel Gempur Teheran dan Lebanon, Iran Balas Serang Kawasan Teluk

Israel Gempur Teheran dan Lebanon, Iran Balas Serang Kawasan Teluk

INTERNASIONAL
Horor di Basement: Upaya Hotel Dubai Lindungi Tamu dari Rudal Iran

Horor di Basement: Upaya Hotel Dubai Lindungi Tamu dari Rudal Iran

INTERNASIONAL
Serangan Iran Picu Pemindahan Aset Orang Kaya dari Dubai ke Singapura

Serangan Iran Picu Pemindahan Aset Orang Kaya dari Dubai ke Singapura

INTERNASIONAL
UEA Ancam Bekukan Dana Iran di Negara Teluk

UEA Ancam Bekukan Dana Iran di Negara Teluk

INTERNASIONAL
Terjebak Perang, Orang Kaya Bayar 200.000 Euro demi Kabur dari Dubai

Terjebak Perang, Orang Kaya Bayar 200.000 Euro demi Kabur dari Dubai

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT